DPRD Tasikmalaya Warning Keras Proyek Jalan Rp230 Miliar, Kualitas Harus Tahan 5 Tahun

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 1 Mei 2026 | 21:56 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Gumilar Akhmad Purbawisesa. (Dok. DFK)
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Gumilar Akhmad Purbawisesa. (Dok. DFK)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pelaksanaan pembangunan 32 ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya yang didanai pinjaman Rp230,25 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mulai menjadi sorotan serius DPRD. Para wakil rakyat mengingatkan agar proyek tersebut tidak menyimpang dari perencanaan dan benar-benar berkualitas.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa, menegaskan pihaknya memberi peringatan tegas kepada seluruh pelaksana proyek.

“Siapapun yang melaksanakan pembangunan 32 titik ini, kami minta satu hal: laksanakan sesuai perencanaan. Jangan ada pengurangan apapun, baik kualitas maupun kuantitas,” tegasnya, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Dari Jalan Mulus ke Wisata Hidup, Cara Tasikmalaya Menarik Wisatawan Lewat 32 Ruas Jalan

Menurut Gumilar, proyek tersebut harus menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat jangka menengah bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kualitas konstruksi agar jalan tidak cepat rusak.

“Perhatikan kualitas. Minimal harus kuat lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan 32 ruas jalan ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya yang masih luas.

“Perlu disadari, ini belum menjawab 100 persen kebutuhan jalan mulus di Tasikmalaya. Maka yang dibangun sekarang harus benar-benar maksimal,” tambahnya.

Baca Juga: Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya

Senada dengan itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Andi Supriadi, menilai proyek ini memiliki konsekuensi besar karena bersumber dari pinjaman daerah yang harus dikembalikan.

“Pembangunan dengan skema utang bukan hal sederhana. Apa yang dilakukan hari ini harus benar-benar berdampak pada kemajuan daerah, terutama sektor perekonomian,” katanya.

Andi menegaskan, manfaat pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi konektivitas, distribusi barang, hingga penguatan sektor ekonomi lokal.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X