Di sinilah layangan menemukan makna lain, bukan hanya hiburan masa kecil, tetapi juga sumber penghidupan.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Meski demikian, tantangan masih ada. Divisi freestyle atau layangan hias belum berkembang di Tasikmalaya, berbeda dengan daerah pesisir seperti Ciamis dan Pangandaran.
Ke depan sambung Deri, Pelangi berharap lebih banyak masyarakat terlibat, sehingga tradisi ini semakin hidup dan memberi manfaat luas.
Dari langit Kabupaten Tasikmalaya, layangan-layangan itu terus terbang membawa semangat, prestasi, dan harapan menuju masa depan yang lebih sejahtera.***
Artikel Terkait
Jadwal Bioskop Tasikmalaya Hari Ini, Cek Jam Tayang Dilan ITB 1997 dan Ikatan Darah di Plaza Asia serta Transmart
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan
Wujudkan Tasik Nyaman, Wali Kota Tasikmalaya Gandeng APJATEL Berantas Tiang Internet Illegal dan Kabel Semrawut
Bea Cukai Gadungan di Tasikmalaya Gondol Rp60 Juta, Modus Gerebek Rokok Ilegal Pakai Name Tag Wartawan
Forum Silaturahmi, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Sinergi dengan Ulama untuk Wujudkan Visi Tasik Religius
Daftar Film Bioskop Tasikmalaya Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap di Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart 1 Mei 2026
Dari Pekarangan ke Meja Makan: Peran KWT Tasikmalaya Didorong Pasok MBG
Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya
Dari Jalan Mulus ke Wisata Hidup, Cara Tasikmalaya Menarik Wisatawan Lewat 32 Ruas Jalan
DPRD Tasikmalaya Warning Keras Proyek Jalan Rp230 Miliar, Kualitas Harus Tahan 5 Tahun