Ubah Passive Space Jadi Seni Digital, Komunitas Malang Media Arts Community Resmi Lahir di Road to Malang Menyala

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB
Malang kian menyala! Aktivasi Passive Space di Taman Spiral resmi lahirkan Malang Media Arts Community untuk perkuat ekosistem seni digital kota. (Dok. Promedia)
Malang kian menyala! Aktivasi Passive Space di Taman Spiral resmi lahirkan Malang Media Arts Community untuk perkuat ekosistem seni digital kota. (Dok. Promedia)

 

MALANG, Mediapriangan.com - Wajah ruang publik di Kota Malang kini mulai bertransformasi. Melalui inisiatif bertajuk Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation, Malang Creative Fusion (MCF) membuktikan bahwa sudut kota yang selama ini sunyi bisa menjadi episentrum kreativitas.

Agenda yang digelar di Taman Spiral pada Sabtu (9/5/2026) malam tersebut bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan sebuah gerakan besar untuk menghidupkan apa yang disebut sebagai Passive Space.

Istilah Passive Space diperkenalkan MCF untuk mengganti narasi ruang negatif di perkotaan. Menurut mereka, tidak ada sudut kota yang buruk; yang ada hanyalah ruang-ruang yang belum tersentuh kreativitas secara maksimal.

Baca Juga: Sinergi ICCN dan Pemkot Padang, Perkuat Ekosistem Kreatif Menuju Kota Gastronomi Unesco

Dengan sentuhan media arts, teknologi visual, dan musik ambien, ruang pasif ini disulap menjadi area interaksi sosial yang bernilai seni tinggi.

Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi ruang-ruang yang selama ini terabaikan.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat. Kita ingin ruang-ruang yang selama ini pasif mulai menyala oleh kreativitas warga dan komunitas,” ujarnya.

Baca Juga: Malang Jadi Ruang Hidup Budaya, ICCN Siapkan Indonesia Culture Festival 2026 sebagai Ekosistem Berkelanjutan

Dadik juga menambahkan bahwa aksi ini merupakan sebuah percontohan kolaborasi berkelanjutan bagi Kota Malang.

“Gerakan ini bukan sekadar event, tetapi prototype bagaimana ruang kota dapat diaktivasi secara positif, artistik, kondusif, dan kolaboratif untuk mendukung Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts,” katanya.

Momentum Road to Malang Menyala ini juga menjadi saksi sejarah dengan diresmikannya Malang Media Arts Community (MMAC).

Baca Juga: Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026

Komunitas baru ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekosistem seni digital, mulai dari projection mapping hingga eksplorasi ruang berbasis multimedia di Kota Malang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X