ICCN Buka Riset Kota Kreatif Indonesia, Akademisi Diajak Perkuat Data Ekonomi Kreatif Nasional

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 20 Maret 2026 | 13:47 WIB
Peluang riset kota kreatif Indonesia dibuka ICCN, ajak akademisi perkuat data ekonomi kreatif nasional berbasis kolaborasi. (Dok. ICCN)
Peluang riset kota kreatif Indonesia dibuka ICCN, ajak akademisi perkuat data ekonomi kreatif nasional berbasis kolaborasi. (Dok. ICCN)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Upaya memperkuat riset kota kreatif Indonesia kini memasuki babak baru. Indonesia Creative Cities Network (ICCN) membuka peluang kolaborasi ICCN dengan menggandeng akademisi, peneliti, hingga praktisi untuk membangun fondasi data ekonomi kreatif nasional yang lebih kuat dan terukur.

Program bertajuk Researcher Pool ICCN ini menjadi langkah strategis untuk menghimpun berbagai hasil riset lintas disiplin. Tujuannya tidak hanya memperkaya riset kota kreatif Indonesia, tetapi juga memastikan data ekonomi kreatif nasional tersusun secara sistematis dan berkelanjutan melalui kolaborasi ICCN.

"Pengembangan kota/kabupaten kreatif membutuhkan pengetahuan yang kuat, data yang relevan, dan kolaborasi lintas disiplin," kata Sekretaris Deputi 3 – Data, Penelitian & Indeks Kreatif, Anggrean Renozonarca pada Rabu (18/3/2026).

Baca Juga: Seorang Istri Tertinggal di Rest Area Cipali saat Mudik Lebaran 2026, Begini Aksi Polisi Mengantarnya ke Keluarga

Melalui kolaborasi ICCN ini, para peneliti akan terlibat dalam berbagai bidang strategis, mulai dari pengembangan basis data hingga penyusunan indikator dan indeks kota kreatif.

Seluruh kontribusi tersebut diharapkan mampu memperkuat riset kota kreatif Indonesia sekaligus memperkaya data ekonomi kreatif nasional yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan.

Tidak hanya itu, ruang kolaborasi juga mencakup joint research, penulisan jurnal ilmiah bersama, hingga penyusunan policy brief. Para peserta juga dapat berkontribusi dalam Knowledge Library ICCN, yang menjadi pusat referensi riset kota kreatif Indonesia berbasis data ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga: H-1 Lebaran, Pasar Cikurubuk Membludak! Harga Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kg, Warga Tetap Berburu

"Melalui Researcher Pool ICCN, kami ingin membangun komunitas peneliti yang kuat dan berkontribusi dalam pengembangan kota/kabupaten kreatif Indonesia," tambah Anggrean Renozonarca.

Adapun cakupan riset meliputi berbagai sektor, seperti desain, gastronomi, musik, literasi, seni rupa, media audiovisual, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Seluruh domain ini menjadi bagian penting dalam pengembangan riset kota kreatif Indonesia yang berbasis data ekonomi kreatif nasional melalui kolaborasi ICCN.

Baca Juga: Lebaran Semakin Dekat, Jasa Permak Pakaian di Kota Tasikmalaya Banjir Pesanan

Bagi akademisi yang ingin bergabung, pendaftaran dibuka mulai 18 Maret hingga 26 April 2026. Tahapan selanjutnya meliputi proses kurasi, onboarding, hingga diseminasi hasil riset yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X