Inovasi Atap Daur Ulang Bergaransi 10 Tahun Warnai Program Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Kota Yogyakarta

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau langsung lokasi bedah rumah yang dilakukan Pemkot Yogyakarta.  (Pemkot Yogyakarta)
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau langsung lokasi bedah rumah yang dilakukan Pemkot Yogyakarta. (Pemkot Yogyakarta)

 

YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Langkah tidak biasa diambil dalam proyek perbaikan hunian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Material inovatif berupa genting berbahan dasar sampah plastik kini resmi diaplikasikan untuk menyulap kediaman masyarakat agar lebih layak huni. Tidak tanggung-tanggung, daya tahan material hijau ini diklaim mampu bertahan hingga satu dekade ke depan.

Kepastian mengenai kekuatan bahan bangunan ramah lingkungan tersebut disampaikan langsung oleh kepala daerah setempat. Langkah ini diambil untuk menepis keraguan publik mengenai kekuatan material yang berasal dari omset sampah.

“Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus. Bahkan ada garansi sampai 10 tahun,” tegas Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Baca Juga: BPK Desak Evaluasi Total Kredit Perumahan BTN Usai Temukan Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Senada dengan Hasto, Prima Kurniawan sebagai perwakilan PT JOS yang merupakan produsen atap menyatakan bahwa ketahanan dan kualitasnya sudah melalui berbagai tahapan pengujian.

“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” ungkap Prima.

Pihak produsen menjelaskan bahwa penggunaan atap daur ulang ini memanfaatkan limbah saset, botol plastik, serta bekas kemasan minuman yang selama ini mencemari lingkungan.

Selain memiliki kemampuan meredam suara rintik hujan dan menahan suhu panas, produk ini juga membawa dampak positif bagi sektor ekonomi sirkular. PT JOS membeli bahan baku sampah tersebut langsung dari warga setempat.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Penataan Lingkungan Usai Rampungkan Kirab Budaya Mahkota Binokasih

Melihat potensi ekonomi tersebut, kepala daerah berharap skema ini bisa memicu kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sisa konsumsi rumah tangga mereka. Jika dikelola secara tepat, barang bekas dapat diubah menjadi komoditas yang bernilai jual tinggi.

“Ini menjadi bukti bahwa sampah kalau dipilah dengan baik bisa membawa berkah bagi masyarakat. Maka saya minta masyarakat terus membiasakan memilah sampah dari rumah tangga,” tukas Hasto.

Penerapan teknologi hijau yang bergaransi 10 tahun tersebut menjadi bagian utama dari aksi sosial bertajuk program bedah rumah yang menyasar sejumlah warga kurang mampu di wilayah Kota Yogyakarta. Agenda kemanusiaan yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) ini menyasar dua keluarga di lokasi yang berbeda.

Baca Juga: Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X