Integrasi informasi ini dinilai bukan sekadar urusan pemenuhan kewajiban administratif lembaga, melainkan instrumen penting untuk membaca arah pergeseran minat konsumen.
Pendiri Fekraf Banten, Andi Suhud, menjelaskan bagaimana akumulasi potensi dari berbagai subsektor usaha di Provinsi Banten memerlukan payung hukum dan peta pengembangan yang adaptif.
Melalui integrasi data ekonomi kreatif yang kuat, daya saing pelaku ekraf di daerah diharapkan mampu naik kelas secara sistematis.
“Sinergi data dan kreativitas bukan hanya tentang angka, tetapi tentang masa depan ekonomi Banten yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” kata Andi.
Sebagai organisasi yang beraliansi dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), pihak Fekraf Banten menaruh harapan besar agar sinergi menjelang Sensus Ekonomi 2026 ini mampu menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.
Ketersediaan data ekonomi kreatif yang dipasok oleh BPS Banten nantinya akan digunakan sebagai kompas bagi perbaikan kualitas sumber daya manusia serta pelestarian aset budaya local.***
Artikel Terkait
Strategi Anyar Ciamis Dorong Ekosistem Industri Halal Lewat Zona KHAS Pertama di Jawa Barat
Ini Efek Instan Megawati Hangestri Usai Gabung Klub Raksasa Korea Hyundai Hillstate
Jadwal Tayang Perdana Film Terbaru Badut Gendong: Cek Sinopsis Lengkap, Daftar Pemeran, dan Detail Spin-off Qodrat
Bongkar 8 Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, Ratusan Mahasiswa Segel Rektorat UPN Veteran Yogyakarta
Tayang Perdana Keluarga Suami Adalah Hama, Cek Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia Hari Ini Kamis 21 Mei 2026
Intip Jadwal Film Bioskop Transmart Tasikmalaya XXI Hari Ini Kamis 21 Mei 2026, Ada Tayang Perdana Gudang Merica