Baca Juga: Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak
Perubahan Kultur Kampus dan Pendampingan Sebaya
Lahirnya keberanian dari 13 korban serta 12 saksi untuk bersuara menjadi momentum bagi UPN Veteran Yogyakarta untuk merombak kultur lingkungan kampus.
Edukasi masif kini digencarkan di berbagai lini rektorat dan fakultas guna menghapus normalisasi terhadap tindakan pelecehan sekecil apa pun.
"Kami butuh teman-teman mahasiswa untuk membantu kami. Ke depan, kami punya program yang melibatkan relawan teman sebaya untuk tetap berada di lapangan," kata Iva.
Baca Juga: SMAN I Singaparna Jadi Sekolah Maung, Kawah Candradimuka Pelajar Berprestasi
Satgas PPKPT menekankan pentingnya menyamakan persepsi mengenai batasan perilaku yang berpotensi melanggar hukum, mengingat beberapa tindakan verbal yang dulu kerap dianggap remeh kini mutlak dikategorikan sebagai pelanggaran.
"Kalau dulu cat calling itu biasa, tetapi sekarang termasuk ranah pelecehan. Ini harus kita tekankan," terang Iva.
"Ke depan, UPN Veteran Yogyakarta terbebas dari adanya kekerasan apapun termasuk seksual," tandasnya.
Melalui komitmen ini, proses pemulihan psikologis dan keberlanjutan bimbingan skripsi bagi para penyintas diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penegakan sanksi hukum bagi para pelaku.***
Artikel Terkait
Pernyataan Menag Soal Kekerasan Seksual di Pesantren Disorot Pandji Pragiwaksono, Sebut Isu yang Tak Bisa Dikecilkan
Merokok di Jalan Berujung Kekerasan, Pemotor Dipukul Pasutri di Kawasan Palmerah Viral di Medsos
Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Penanganan Dinilai Belum Optimal
Viral WNA Italia Tampar Warga Denpasar, Konflik Suara Dapur Berujung Kekerasan dan Trauma
Tegas Bupati Ciamis Soal Efisiensi Birokrasi dan Peringatan Darurat Kekerasan Anak di Lingkungan Pendidikan
Bongkar 8 Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, Ratusan Mahasiswa Segel Rektorat UPN Veteran Yogyakarta