BANDUNG, Mediapriangan.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan proses SPMB Jawa Barat 2026 masih berlangsung dan memberikan kesempatan luas bagi calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah tujuan. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan hasil seleksi sebelum seluruh tahapan penerimaan siswa baru selesai dilaksanakan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa saat ini proses yang berjalan masih berada pada tahapan pemetaan calon murid baru. Tahap tersebut menjadi bagian awal dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru untuk jenjang SMA SMK Jawa Barat sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya.
Menurut Dedi Mulyadi, masyarakat, khususnya para orang tua, tidak perlu khawatir apabila anaknya belum diterima pada sekolah yang dipilih pada tahap awal. Sebab, sistem SPMB Jawa Barat 2026 masih menyediakan beberapa tahapan lanjutan yang memungkinkan calon siswa mendapatkan kursi di sekolah yang masih memiliki kuota.
Baca Juga: Suntikan Rp1 Miliar dari Kantong Pribadi KDM untuk Sejarah Baru Persib Bandung
Saat ini tahapan pemetaan calon murid baru berlangsung mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada fase tersebut, calon peserta didik menentukan sekolah tujuan sesuai jalur yang tersedia dalam sistem.
Hasil pemetaan dan penerimaan awal dijadwalkan diumumkan pada 12 Juni 2026. Bagi peserta yang belum berhasil masuk ke sekolah pilihannya, masih tersedia kesempatan melalui SPMB tahap pertama dan tahap kedua.
Pendaftaran SPMB tahap pertama akan dibuka pada 15 Juni hingga 19 Juni 2026. Sementara hasil seleksi tahap pertama dijadwalkan diumumkan pada 25 Juni 2026.
Apabila setelah tahapan tersebut masih terdapat calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah, mereka dapat mengikuti SPMB tahap kedua yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Adapun pengumuman hasil seleksi tahap kedua akan dilakukan pada 10 Juli 2026.
"Masih punya waktu yang cukup untuk membenahi. Kita perbaiki," ucap KDM di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi Mulyadi, terus mengoptimalkan sistem digital yang digunakan dalam penerimaan siswa baru agar seluruh proses berjalan lancar hingga akhir pelaksanaan SPMB Jawa Barat 2026.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran atau praktik yang bertentangan dengan aturan dalam proses penerimaan siswa baru.
Artikel Terkait
Viral Ortu Bersujud di Depan Baliho Bobby Nasution, Biaya Pengobatan Anak Tembus Rp147 Juta
Kedai Kopi Lim Cianjur Jadi Hidden Gem Favorit Gen Z, Suasana Bali di Puncak Bikin Betah
JNE Tasikmalaya Hadirkan Promo Diskon 15 Persen COD Ongkir, Berlaku hingga 10 Juni 2026
The Papandayan Hotel Bandung, Hotel Bintang 5 Tertua yang Masih Jadi Destinasi Wisata Penginapan Favorit
Senti Ristorante Bandung Kian Booming, Wisata Kuliner Italia yang Bikin Serasa Liburan ke Eropa
Hotel Savoy Homann Bandung, Hotel Bersejarah yang Pernah Jadi Tempat Menginap Delegasi KAA 1955
HeHa Waterfall Puncak Bogor, Wisata Air Terjun Buatan Terbesar yang Jadi Buruan Pecinta Foto
Resto De Leuit Bogor Jadi Pilihan Wisata Kuliner Bogor, Cocok untuk Arisan dan Kumpul Keluarga
DPRD Turun Tangan, Rekrutmen Dewas RSUD KHZ Musthafa Akan Dikuliti
Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh