Soroti Semrawut Parkir di Alun-alun Singaparna, Arip Rachman: Wajah Ibu Kota Kabupaten Harus Dijaga

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:40 WIB
Arip Rachman (ujung kanan) saat menghadiri acara peresmian alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa tahun lalu. (Dok. DFK)
Arip Rachman (ujung kanan) saat menghadiri acara peresmian alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa tahun lalu. (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman, menyoroti kondisi Alun-alun Singaparna yang dinilai semakin semrawut akibat maraknya parkir kendaraan yang dikelola secara tidak resmi di kawasan tersebut.

Menurut Arip, Alun-alun Singaparna sebagai etalase ibu kota Kabupaten Tasikmalaya seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya warga Singaparna dan sekitarnya. Terlebih, kawasan tersebut saat ini menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk berekreasi, terutama pada sore hingga malam hari saat akhir pekan maupun hari libur.

"Keberadaan alun-alun seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, kondisi saat ini justru terlihat semrawut karena area di sekitar alun-alun dipenuhi parkir kendaraan yang tidak dikelola secara resmi," kata Arip, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Arip Rachman, Dialog dengan Warga Sukaluyu Dorong Pemanfaatan SIPD untuk Pembangunan Desa

Ia menilai, keberadaan parkir yang tidak tertata tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga kerap memicu kemacetan lalu lintas. Kondisi tersebut, lanjutnya, menimbulkan kesan bahwa pemerintah belum optimal dalam menjaga dan mengelola aset publik yang menjadi wajah ibu kota kabupaten.

"Seolah-olah pemerintah lemah dalam menjalankan salah satu fungsinya, yakni merawat aset publik yang menjadi wajah Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

Arip mengungkapkan, Alun-alun Singaparna, Masjid Agung, dan terminal merupakan aset bersejarah yang berasal dari wakaf Raja Sumedang sejak beberapa abad silam.

Baca Juga: Dorong Solusi Atasi Kendala Program dan Akses Sistem Pemerintahan, Begini Kata Arip Rachman

Karena memiliki nilai sejarah dan fungsi strategis, menurutnya pemerintah memiliki tanggung jawab untuk merawat dan mengelolanya secara optimal.

Ia berharap penataan kawasan alun-alun dilakukan secara menyeluruh, termasuk penertiban parkir liar yang masih marak di sekitar alun-alun maupun di depan Pasar Tradisional Singaparna.

"Pengelolaan dan pemeliharaan kawasan alun-alun yang berada di jalan protokol menjadi cerminan wajah pemerintah. Jika persoalan parkir di kawasan alun-alun dan depan pasar tradisional belum mampu ditertibkan, tentu akan menjadi sorotan masyarakat," tegasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X