Pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat sejarah serta budaya konsumsi teh dan kopi khas Jawa Barat melalui berbagai sajian interaktif yang disiapkan panitia.
Data ekspor menunjukkan bahwa teh kopi kakao Jabar masih menjadi sektor strategis bagi perekonomian daerah. Sepanjang 2025, ekspor kakao Jawa Barat mencapai 72 juta ton dengan nilai sekitar USD 680 juta.
Baca Juga: Dasco Ungkap Isi Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo, Fokus Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, ekspor kopi mencapai 5,3 juta ton dengan nilai USD 33,8 juta. Adapun komoditas teh mencatatkan volume sekitar 21 juta ton dengan nilai ekspor mencapai USD 33 juta.
Dukungan terhadap WIITEX 2026 juga datang dari pemerintah pusat. Analis Perdagangan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Perkebunan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi, menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan agenda penguatan ekspor nasional menjelang Trade Expo Indonesia.
"Sebagai informasi pada Trade Expo Indonesia tahun lalu kita mendapatkan transaksi lebih dari USD 20 miliar, yang tentunya juga diharapkan pada 2026 ini akan semakin meningkat," tuturnya.
Baca Juga: SPMB Jawa Barat 2026 Masih Panjang, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik Soal Sekolah Tujuan
Menurut Irman, komoditas teh kopi kakao Jabar akan mendapatkan perhatian khusus pada Trade Expo Indonesia yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Bahkan pemerintah menyiapkan paviliun khusus untuk produk perkebunan guna memperluas akses pasar global dan memperkuat promosi ekspor Jawa Barat.
"Tentunya juga diharapkan nanti dengan kehadiran para pembeli dari luar negeri akan semakin menambah tujuan ekspor yang bukan hanya ke Malaysia, tetapi ke banyak negara lainnya. Negara-negara seperti wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Mesir itu bukan tertarik pada kopi saja, tetapi sebenarnya teh ini juga sangat potensial untuk dipasarkan di sana," ujarnya.
Melalui WIITEX 2026, Disperindag Jabar berharap teh kopi kakao Jabar semakin dikenal di pasar global. Kehadiran pembeli internasional dan agenda business matching diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya kerja sama baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekspor Jawa Barat dalam beberapa tahun mendatang.***
Artikel Terkait
Hotel Savoy Homann Bandung, Hotel Bersejarah yang Pernah Jadi Tempat Menginap Delegasi KAA 1955
HeHa Waterfall Puncak Bogor, Wisata Air Terjun Buatan Terbesar yang Jadi Buruan Pecinta Foto
Resto De Leuit Bogor Jadi Pilihan Wisata Kuliner Bogor, Cocok untuk Arisan dan Kumpul Keluarga
DPRD Turun Tangan, Rekrutmen Dewas RSUD KHZ Musthafa Akan Dikuliti
Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh
SPMB Jawa Barat 2026 Masih Panjang, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik Soal Sekolah Tujuan