"Kami di sini berkumpul untuk tujuan bersama masuk ke dalam entitas sosial dalam menjunjung rasa solidaritas dan kepedulian sesama. Ini membuktikan bahwa Viking Distrik Garut ingin memutus stigma orang-orang yang beranggapan bahwa supporter itu yang ugal-ugalan dan anarkis," tegas Sukma.
Ia menambahkan bahwa transformasi positif komunitas suporter sepak bola harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Karena itu, berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi akan terus menjadi bagian dari agenda komunitas ke depan.
"Ini membuktikan bahwa setiap kegiatan bukan hanya untuk nonton Persib saja, tetapi ada setianya untuk masyarakat Garut," pungkasnya.
Melalui Celebration Bobotoh for Humanity 2026, semangat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama kembali diperlihatkan oleh komunitas Bobotoh di Kabupaten Garut.
Selain menjadi sarana mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang serta memperkuat citra positif suporter sepak bola di tengah masyarakat.
Keberhasilan acara tersebut menunjukkan bahwa komunitas suporter sepak bola tidak hanya hadir di tribun stadion, tetapi juga mampu berperan dalam kegiatan sosial dan pembangunan ekonomi daerah.
Dengan keterlibatan UMKM yang cukup besar, Celebration Bobotoh for Humanity 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Gunung Papandayan Garut Tak Pernah Sepi, Jalur Pendakian Ramah dan Hutan Mati Jadi Daya Tarik
Oknum Polisi Polres Garut Diduga Gelapkan Uang Pajak, Korban Lapor Propam
Gandeng PERSIS, OJK Perluas Akses Keuangan Syariah di Garut Lewat Duta Literasi hingga Tingkat Desa
Korban Apresiasi Respons Polres Garut, Kasus Dugaan Penggelapan Dana Pajak Berakhir Damai
Kolam Renang Putri Duyung Depok Jadi Wisata Air Favorit Keluarga, Apa Saja Wahana Seru di Sawangan?
Dampak Kemarau di Kota Tasikmalaya, Kasus ISPA Tembus 6.811 Balita dan Anak, Dinas Kesehatan Waspada