"Sejak ada kabar mutasi itu yang kirim surat resignnya bukan dari YTR tapi laki-laki itu (TH)," sambungnya.
Temuan mengenai surat resign korban itu menjadi salah satu hal yang membuat keluarga semakin khawatir terhadap kondisi YTR. Mereka menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diusut lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain mencari informasi secara langsung, keluarga korban YTR juga mengaku sempat memanfaatkan media sosial untuk menemukan keberadaan korban. Upaya tersebut dilakukan beberapa bulan setelah korban hilang dan belum diketahui keberadaannya.
Melanie mengatakan dirinya pernah menyebarkan informasi kehilangan YTR melalui berbagai platform media sosial. Unggahan tersebut juga dibagikan ke lingkungan organisasi masyarakat yang disebut memiliki keterkaitan dengan terduga pelaku TH.
Baca Juga: Wisata di Senggigi Lombok Ini Bikin Takjub, Pura Batu Bolong Simpan Sejarah dan Panorama Memesona
"Telah hilang adik kami bernama itu dibawa kabur oleh laki-laki ini fotonya dipampang. Saya share di Instagram, Facebook, ramai karena si laki-laki itu anggota salah satu ormas," terang Melanie.
"Kebetulan suami ada kenalan di ormas itu dishare di grup ormas itu," sambungnya.
Dalam pengakuan keluarga korban YTR, terduga pelaku TH juga disebut pernah mendatangi kantor tempat korban bekerja. Kedatangannya bukan untuk menjemput korban, melainkan meluapkan kemarahan kepada pihak perusahaan.
Melanie mengungkapkan bahwa terduga pelaku TH sempat memprotes kondisi pekerjaan korban yang menurutnya terlalu sering mendapatkan tugas lembur.
Baca Juga: Rekomendasi Hotel Mewah di Jakarta, Park Hyatt Tawarkan Fasilitas Premium dan Lokasi Strategis
"Sudah resign 4-5 bulan lalu tapi yang kirim surat resign laki-laki karena sempat si pelaku itu ngamuk dan mengancam ke HRD managernya karena kerjaannya YTR terlalu diforsir lembur terus," ungkap Melanie.
"Dia nggak terima. Suruh adik saya resign karena lembur terus. Suami telfon saya kalau adiknya sudah keluar. Ah ini udah pasti dibawa kabur, aku bilang gitu sudah feeling saya," tukasnya.
Hingga kini, kasus YTR di Bandung masih terus menjadi perhatian masyarakat. Sementara itu, aparat kepolisian masih memburu terduga pelaku TH untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang dialami korban.***
Artikel Terkait
Operasi Jaran Lodaya 2026 Ungkap Curanmor di Tasikmalaya, Tiga Tersangka Diamankan Polisi
Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kebijakan BGN yang Pernah Memicu Polemik Kembali Disorot
Nasib Dadan Hindayana Berubah dalam 72 Jam, Pulang Haji, Dicopot dari BGN, Lalu Jadi Tersangka Korupsi
Kasus Pertalite 25 Liter di Medan Jadi Sorotan, 2 Pemuda Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar
JPU Tolak Pledoi Nadiem Makarim di Kasus Chromebook, Soroti Dugaan Perintah dan Dampak ke Pendidikan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Asusila di Karawang, Video Viral Picu Keresahan Warga