dr Gia Pratama Ingatkan Nakes usai Polemik Pasien BPJS, Sebut Jas Putih Harus Jadi Penetral Emosi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:56 WIB
dr Gia mengingatkan nakes agar tetap berempati kepada pasien BPJS. Menurutnya, jas putih harus menjadi penetral emosi tenaga kesehatan.   (Instagram.com/giapratamamd - fakta.indo)
dr Gia mengingatkan nakes agar tetap berempati kepada pasien BPJS. Menurutnya, jas putih harus menjadi penetral emosi tenaga kesehatan. (Instagram.com/giapratamamd - fakta.indo)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Polemik yang dipicu komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS terus memunculkan respons dari berbagai kalangan profesi medis.

Di tengah perbincangan tersebut, dokter umum sekaligus kreator edukasi kesehatan, dr Gia Pratama Putra, menyampaikan pesan yang mengajak rekan sejawatnya kembali menempatkan empati sebagai bagian utama dalam pelayanan kesehatan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @giapratamamd, pada Kamis, 6 Agustus 2026, dr Gia menyampaikan refleksi mengenai makna seragam yang dikenakan dokter maupun tenaga kesehatan.

Baca Juga: dr Elda Putri Rahardini Viral usai Komentar Menghina Pasien BPJS, Simak Profil dan Jejak Prestasinya

Menurutnya, simbol profesi tersebut bukan hanya menunjukkan identitas, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab moral ketika berhadapan dengan pasien BPJS maupun pasien lainnya.

"Teman-teman dokter, teman-teman nakes. Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi."

Pernyataan tersebut muncul setelah kasus komentar bernada sinis yang diduga dilontarkan sejumlah tenaga kesehatan kepada pasien BPJS menjadi sorotan publik di media sosial.

Kasus itu memicu diskusi luas mengenai etika komunikasi tenaga kesehatan, baik di lingkungan pelayanan kesehatan maupun di ruang digital.

Baca Juga: Tak Hanya Perawat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Dokter Pun Disorot soal Komentar ke Pasien BPJS Viral

dr Gia: Profesionalisme Tidak Boleh Hilang karena Tekanan Kerja

Dalam pesannya, dr Gia mengakui pekerjaan tenaga kesehatan memiliki tantangan yang tidak ringan. Jadwal kerja yang padat, tekanan pelayanan, hingga beban emosional merupakan bagian dari profesi yang sehari-hari dihadapi para nakes.

Namun, menurutnya, seluruh tekanan tersebut tidak boleh menghilangkan profesionalisme ketika melayani pasien BPJS maupun masyarakat secara umum.

"Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X