Dalam unggahan mereka dijelaskan bahwa aksi mahasiswa UNY digelar untuk merespons sejumlah kebijakan kampus.
"Aksi itu untuk merespons kebijakan kampus, seperti menolak rencana SPPG di UNY, kebijakan triple gate, dan tes kesehatan bagi maba."
Aliansi tersebut juga menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan tidak hanya menyasar persoalan internal kampus, tetapi juga kebijakan nasional.
"Kami menyoroti terkait matinya cita-cita reformasi ketika peran militer di sipil kembali menguat, serta menolak program-program strategis pemerintah seperti MBG, Kopdes, dan Danantara karena dinilai kurang perencanaan yang baik sehingga transparansi dan akuntabilitasnya lemah yang menyebabkan peluang korupsi pada proyek-proyek itu tinggi."
Baca Juga: Taufik Hidayat Ditangkap, Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk Korban YTR
Menurut penjelasan mahasiswa, perdebatan bermula ketika mereka hendak menggelar aksi teatrikal di tangga rektorat dan memasang spanduk mahasiswa di balkon gedung.
"Kita dihadang dan tidak diperbolehkan masuk tanpa ada penjelasan yang dapat diterima. Saat spanduk itu jadinya mau digelar di tangga selasar, WR SDM dan Hukum UNY mengatakan bahwa spanduk kritik kita itu kotor, dan sampah."
Mahasiswa juga mengaitkan perdebatan tersebut dengan isu SPPG yang sebelumnya sempat disampaikan pihak kampus.
Baca Juga: Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan
"Selain itu, beliau sempat berdebat dan mempertanyakan keberadaan SPPG di UNY. Padahal tujuan kita aksi salah satunya untuk merespon rencana dari rektor yang berstatement menerima SPPG di UNY."
Setelah tidak memperoleh izin menggelar teatrikal di sekitar rektorat, massa akhirnya memindahkan aksi ke depan gerbang utama kampus. Di lokasi tersebut mereka melaksanakan orasi, pembacaan puisi, dan teatrikal sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Sebelumnya, Rektor UNY Sumaryanto pernah menyatakan kesiapan kampus untuk mengelola SPPG apabila mendapatkan amanah dari Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.***
Artikel Terkait
Hajat Bumi Cariu 2026 di Ciamis Kembali Digelar, Lebih dari 100 Hasil Bumi Jadi Simbol Syukur
ACC Perkuat Literasi Keuangan di Tasikmalaya, Edukasi Pembiayaan Sehat dan Bahaya Pelanggaran Kredit
Tanah Sengketa Tayang Perdana 25 Juni 2026, Sinopsis Film Horor Misteri tentang Rahasia Kelam di Kampung Degong
Sinopsis Film Tanah Runtuh dan Daftar Pemerannya, Kisah Mengharukan di Tengah Konflik Poso
Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan
Taufik Hidayat Ditangkap, Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk Korban YTR