Aan Adriyana mengatakan pelatihan yang berkesinambungan akan membantu pelaku ekonomi kreatif menghasilkan karya yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan daya saing produk.
"Kami berharap ada pelatihan yang berkelanjutan, terutama untuk pengembangan keterampilan dan inovasi produk, supaya karya batik lokal bisa semakin berkembang dan dikenal lebih luas," ujarnya.
Masukan dari komunitas Galeuh Art Creative tersebut menjadi salah satu bahan yang akan dipertimbangkan dalam penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Ginanjar Rahayu, S.I.P., M.M., menjelaskan bahwa kunjungan lapangan menjadi langkah penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan pelaku ekonomi kreatif.
"Potensi ekonomi kreatif di Ciamis sangat besar, khususnya pada sektor batik dan seni kriya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar program pelatihan dan pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pelaku ekraf," ungkapnya.
Ia menilai, pengembangan ekonomi kreatif memerlukan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha agar potensi daerah dapat terus tumbuh.
Karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis berkomitmen menghadirkan program yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekraf sekaligus memperkuat daya saing produk budaya khas Tatar Galuh.***
Artikel Terkait
Cijeunjing Juara Bupati Cup 2026, Turnamen Bola Voli Putri Antar Kecamatan Ciamis Resmi Ditutup
Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, IKANESACIS Ajak Warga Guyub Ngawangun Galuh untuk Kemajuan Daerah
Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis Meriah, Ratusan Penghargaan dan Galuh Ethnic Carnival Jadi Sorotan
Hari Jadi Kabupaten Ciamis 2026 yang ke-384 Tahun, Ngarak Pataka hingga WTP 13 Kali Warnai Sidang Istimewa DPRD
Semarak 1 Muharam Ciamis Dihadiri 3.500 Santri, Munajat Akbar Jadi Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Hajat Bumi Cariu 2026 di Ciamis Kembali Digelar, Lebih dari 100 Hasil Bumi Jadi Simbol Syukur