Hujan Tak Kunjung Turun, Petani Kota Tasikmalaya Waswas Lahan Pertanian Terancam Puso

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Kamis, 9 Juli 2026 | 13:56 WIB
Lahan pertanian di Blok Pasangrahan, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya tampak mengering akibat tidak adanya pasokan air. Kondisi ini membuat petani Kota Tasikmalaya khawatir terhadap ancaman puso. (Dok. AMS)
Lahan pertanian di Blok Pasangrahan, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya tampak mengering akibat tidak adanya pasokan air. Kondisi ini membuat petani Kota Tasikmalaya khawatir terhadap ancaman puso. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kondisi hujan tak kunjung turun selama lebih dari satu bulan terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani Kota Tasikmalaya. Mereka mengaku cemas karena lahan pertanian yang mengering berpotensi mengalami puso, sehingga dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan bahan pangan.

Salah seorang petani Kota Tasikmalaya, Bandi (60), yang menggarap sawah di Blok Pasangrahan, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, mengatakan hingga kini sebagian petani memilih membiarkan sawahnya karena tidak memiliki sumber pengairan.

Menurutnya, banyak tanaman padi yang telah berumur sekitar dua bulan mulai mengering akibat tidak adanya pasokan air. Kondisi tersebut membuat lahan pertanian di wilayahnya terancam puso.

Baca Juga: Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur Tayang Perdana Hari Ini, Teror Makam Wurung Uji Ikatan Keluarga

Bandi menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir areal persawahan di wilayah tersebut berubah menjadi sawah tadah hujan karena saluran irigasi sudah tidak lagi berfungsi.

"Ya kalau dulu jika terjadi musim kemarau seperti ini masih bisa nanam padi karena saluran air dari irigasi Cikunten 2 masih jalan. Nah sejak beberapa tahun kesini irigasi Cikunten 2 sudah tidak bisa menyalurkan air sehingga sebagian besar lahan pertanian disini menjadi lahan tadah hujan," ujarnya.

Ia berharap hujan tak kunjung turun segera berakhir agar petani dapat kembali mengolah sawah mereka.

"Kalau mendung-mendung sudah ada, tapi kadang kebawa angin panas lagi ga jadi turun hujan," katanya.

Baca Juga: Pelatihan HACCP di Kota Tasikmalaya, Diky Chandra: Dapur yang Melanggar Ketentuan Bisa Diberhentikan

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Petani Mandiri Indonesia Jawa Barat, Yuyun Suyud, mengatakan kekeringan yang terjadi saat ini telah menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami puso di sejumlah daerah.

Untuk wilayah petani Kota Tasikmalaya, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Kawalu dan Kecamatan Tamansari.

Menurut Yuyun, sekitar 40 hektare lahan pertanian di Kecamatan Kawalu mengalami kekeringan dan kondisinya sudah tidak dapat diselamatkan.

"Di wilayah Kecamatan Tamansari dengan luas lahan melebihi Kecamatan Kawalu dan sebagian Kecamatan Cibeureum," ujar Yuyun Suyud, Kamis (9/7/2026).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X