Meski belum mengetahui penyebab pasti, Yuenchi Arwindi menduga isu tersebut muncul karena dirinya pernah bekerja sebagai advokat di sebuah kantor hukum yang berada di sekitar kawasan Kejaksaan Agung.
“Saya menduga hal ini terjadi karena saya pernah melakukan pekerjaan sebagai advokat di kantor hukum berinisial BS yang berada di sekitar kantor Kejaksaan Agung,” jelas Yuenchi.
“Saya di sana melakukan pekerjaan saya secara profesional dan tidak pernah melanggar kode etik advokat maupun perbuatan yang melanggar perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Tanggapi Wabup Lombok Tengah yang Jenguk Tersangka Kasus Pembakaran Santri
Siapkan Langkah Hukum
Merespons penyebaran informasi yang dinilai tidak benar, Yuenchi Arwindi menyatakan telah mengumpulkan data akun media sosial yang menyebarkan tudingan tersebut. Ia memastikan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.
“Saat ini saya dan tim saya melakukan pendataan terhadap akun-akun atau media sosial yang menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap saya,” ungkap Yuenchi lagi.
“Terhadap pihak-pihak tersebut, saya akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.
Baca Juga: Mahfud MD Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Begini Respons Resmi Lembaga Antirasuah
Di akhir pernyataannya, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
“Untuk menghargai dan menghormati asas praduga tak bersalah, serta hak bagi setiap warga negara atas perlindungan nama baik,” tukasnya.***
Artikel Terkait
TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
Pimpinan Ponpes Al-Ibrahimy Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri di Lombok, Ajukan Praperadilan
Tim Hotman Paris Ungkap Sulit Temui Korban Pembakaran Santri, Sebut Proses Izin Berlapis Picu Tanda Tanya
KPK Geledah Rumah Bobby Adhityo Rizaldi, Penyidikan Kasus Suap Pemkab Muara Enim Masuki Babak Baru