CIAMIS, Mediapriangan.com - Pengelolaan pengetahuan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis memasuki babak baru setelah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida Ciamis meluncurkan platform Knowledge Management System (KMS) CERDAS, Rabu (29/7/2026).
Platform tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Launching, Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) KMS CERDAS yang berlangsung di Aula Adipati Angganaya, Kantor Bapperida Kabupaten Ciamis. Inovasi ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola pengetahuan sekaligus memudahkan pengelolaan data dan informasi di lingkungan organisasi.
KMS CERDAS merupakan singkatan dari Center of Education, Research, Data, Analytics and Sharing. Platform ini dirancang sebagai pusat pengelolaan pengetahuan yang mengintegrasikan pendidikan, riset, data, analisis, serta berbagi informasi dalam satu sistem.
Kepala Bapperida Kabupaten Ciamis David Firdha, SH., MM. membuka kegiatan tersebut secara simbolis. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kepala BPKD, Kepala BKPSDM, Kepala Diskominfo, Kepala DKUKMPP, serta ASN di lingkungan Bapperida Kabupaten Ciamis.
Bagi Bapperida Ciamis, keberadaan KMS CERDAS diharapkan tidak berhenti sebagai sistem penyimpanan dokumen. Platform tersebut diproyeksikan menjadi ruang pembelajaran organisasi yang dapat menghimpun pengalaman, data, hasil kajian, dan praktik baik secara lebih terstruktur.
David Firdha mengapresiasi gagasan tersebut karena dinilai memiliki cakupan yang cukup lengkap. Mulai dari penguatan kapasitas manusia melalui education, pengembangan riset dan inovasi melalui research, penyediaan data, pengolahan informasi melalui analytics, hingga penyebarluasan pengetahuan melalui sharing.
“Kehadiran KMS-CERDAS diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan khususnya bagi Bapperida dan umumnya bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan dokumen, melainkan menjadi pusat pembelajaran organisasi yang memungkinkan pengetahuan, pengalaman, data, hasil kajian, dan praktik baik terdokumentasi secara sistematis,” ujar David Firdha, dikutip dari keterangan resminya.
Menurut David, KMS CERDAS juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga pengetahuan kelembagaan agar tidak hilang ketika terjadi mutasi, rotasi, maupun purnatugas pegawai. Dengan sistem yang terpusat, pengetahuan yang sebelumnya melekat pada individu diharapkan dapat menjadi aset organisasi yang dapat diakses secara lebih berkelanjutan.
Penerapan KMS CERDAS juga diharapkan mempercepat proses pencarian data dan dokumen. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif serta memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti.
Baca Juga: SASEN BAGJA Ciamis: Satu ASN Dampingi Satu Balita, Perkuat Gizi dan Cegah Stunting dari Rumah
Karena itu, tata kelola pengetahuan menjadi bagian penting dalam penerapan KMS CERDAS. Bapperida Ciamis mendorong seluruh unit kerja untuk aktif menggunakan platform sekaligus membangun budaya berbagi pengetahuan atau knowledge sharing culture.
Setiap pegawai diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengguna informasi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan organisasi. Dengan pola tersebut, tata kelola pengetahuan dapat berjalan secara dua arah dan berkembang melalui kontribusi seluruh pegawai.
Artikel Terkait
220 Desa di Ciamis Sudah Mandiri, DPMD Kabupaten Ciamis Pacu Pemutakhiran Indeks Desa 2026
Diskominfo Ciamis Kembangkan Call Center 112 Omni Channel, WhatsApp hingga TikTok Segera Terintegrasi
Panen Raya Klaster Padi Pamarican Capai 7,5 Ton per Hektare, Bank Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Ciamis
Bunda PAUD Ciamis Tinjau MASEKDAS, Pastikan Hari Pertama Sekolah Berjalan Ramah dan Menyenangkan
Nobar Piala Dunia 2026 di Ciamis Jadi Berkah bagi UMKM, Alun-Alun Taman Raflesia Dipadati Ribuan Warga
Panen Padi Organik Kabupaten Ciamis Capai Babak Baru, Sekretariat Klaster Padi Pamarican Resmi Beroperasi