Sehingga kata dia, BPBD terus berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta relawan.
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air paling signifikan.
"Kerja sama ini sangat penting. Dengan kolaborasi, jangkauan bantuan bisa lebih luas dan cepat. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat," katanya.
"Dukungan armada tangki dan bantuan dari berbagai pihak turut memperluas jangkauan distribusi air ke wilayah yang membutuhkan," katanya menambahkan.
BPBD juga lanjut Budi, masih melakukan pemantauan dan asesmen untuk mengidentifikasi titik-titik baru yang mengalami krisis air. Jika kebutuhan ditemukan, bantuan akan segera disalurkan.
Baca Juga: Orang Tua Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun, Hanya Ingin Anaknya Didoakan
"Selama kemarau panjang masih berlangsung, kami akan tetap siaga. Harapannya warga juga ikut hemat air dan menjaga sumber-sumber yang masih ada," terang Budi.
Disinggung terkait status bencana kekeringan saat ini, ujar Budi, masih berstatus siaga darurat bencana karena masih bisa di-handle atau masih tertangani oleh Pemkot Tasikmalaya.
"Ya, statusnya masih siaga darurat, belum darurat bencana karena masih tertangani oleh Pemkot. Hingga hari ini pun kita terus melakukan pendistribusian air bersih," ujar Budi. ***
Artikel Terkait
Rumput Situ Gede Kota Tasik Jadi Berkah, Para Penyabit Rumput Raup Penghasilan di Tengah Kemarau
Debit Air Situ Gede Surut Drastis, 250 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasik Terancam Kekeringan
Kemarau Makin Kering, BPBD Kota Tasikmalaya Salurkan 45 Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari
TAGANA dan Pemuda Pancasila Salurkan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bojonggambir
Lahan Sawah Kering, Petani Kota Tasikmalaya Beralih ke Tanaman Palawija untuk Bertahan di Musim Kemarau
90 Karhutla Terjadi di Jawa Barat, Dishut Jabar Perketat Patroli Saat Musim Kemarau