LDR tertinggi tercatat di Kabupaten Tasikmalaya sebesar 236,06 persen, disusul Kabupaten Pangandaran 218,60 persen dan Kabupaten Ciamis 200,85 persen.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online
"Tingginya angka LDR ini mengindikasikan bahwa volume ekspansi penyaluran kredit jauh melampaui penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) lokal di daerah tersebut. Dengan kata lain, uang yang dipinjamkan lebih besar ketimbang uang yang disimpan di bank, " Ujar Nofa.
Nofa mengatakan kualitas kredit dan likuiditas di sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian, terutama daerah dengan rasio NPL yang telah melewati batas aman.
"NPL sebesar 4,75 persen masih di bawah 5 persen, namun mendekati threshold. Aktivitas perbankan Priangan Timur memang terkonsentrasi di Kota Tasikmalaya, namun kualitas kredit dan likuiditas di beberapa wilayah lain seperti Kota Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya perlu mendapat perhatian khusus," kata Nofa.***
Artikel Terkait
Program Tasikmalaya CAANG Jangkau 58 Ribu Warga, OJK Targetkan Edukasi Meluas hingga 98 Ribu Masyarakat
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Perkuat Industri BPR Syariah
OJK Tasikmalaya Luncurkan Program GENIUS di Ciamis, Perkuat Literasi Keuangan Guru dan Kepala Sekolah
OJK Tasikmalaya dan TPAKD Garut Perkuat UMKM lewat Program Desa EKI Tepas Papandayan
Kembangkan Ekonomi Daerah, Pemkab Garut Gandeng OJK Perluas Akses Pembiayaan Pertanian Kentang
OJK Tasikmalaya Bekali Mahasiswa Unpad, Literasi Keuangan Jadi Benteng dari Jerat Pinjaman Ilegal