Karhutla Kalimantan Picu Kabut Asap ke Malaysia, 108 Sekolah Ditutup dan 13 Wilayah Terdampak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:22 WIB
Karhutla Kalimantan berdampak hingga Malaysia. Kabut asap membuat 108 sekolah ditutup sementara dan 13 wilayah mengalami pencemaran udara. (Instagram.com/undercover.id)
Karhutla Kalimantan berdampak hingga Malaysia. Kabut asap membuat 108 sekolah ditutup sementara dan 13 wilayah mengalami pencemaran udara. (Instagram.com/undercover.id)

Baca Juga: Viral Bocah 7 Tahun di Dairi Diduga Dianiaya Bibi, Dua Kakak Beradik Kini Dirawat di Rumah Sakit

13 Wilayah Terdampak Kabut Asap

Data JPBN Sarawak menunjukkan terdapat 13 wilayah yang mengalami dampak pencemaran udara. Pengukuran kualitas udara di beberapa lokasi bahkan telah mencapai kategori sangat tidak sehat.

Dua wilayah tercatat memiliki angka API di atas 200, yakni Tebedu dengan nilai 212 dan Serian sebesar 202.

"2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian," ungkap JPBN Sarawak.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Petugas Hadapi Lahan Gambut Kering dan Sulitnya Akses

Sementara itu, 11 wilayah lainnya masuk kategori tidak sehat. Wilayah tersebut meliputi Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas.

"Sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," sebutnya.

Kondisi kualitas udara tersebut tercatat menunjukkan peningkatan angka API sejak 1 Agustus 2026. Kabut Asap kemudian menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Media, Idealisme, dan Bisnis Media: Mengapa Jurnalisme Harus Berubah agar Tetap Bertahan

Anak-anak hingga Ibu Hamil Diminta Batasi Aktivitas di Luar

JPBN Sarawak mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau lebih buruk.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan paparan terhadap udara yang tercemar. Imbauan serupa berlaku bagi kelompok rentan lainnya.

Dalam pengukuran API, angka 0 hingga 50 menunjukkan kondisi udara baik. Nilai 51 hingga 100 berada pada kategori sedang, sedangkan 101 hingga 200 tergolong tidak sehat.

Baca Juga: Mahasiswa Unsoed Jalur Mandiri Terseret Kasus Dugaan Korupsi, KPK Tegaskan Tetap Bisa Kuliah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X