Selama 2026, 103 Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi LSL, Usia Produktif Paling Rentan

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Sekdis Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, S.Sos, MM, M.K.M menyebut 103 kasus HIV/AIDS tercatat hingga Juli 2026, dengan temuan didominasi LSL dan usia produktif. (Dok, AMS)
Sekdis Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, S.Sos, MM, M.K.M menyebut 103 kasus HIV/AIDS tercatat hingga Juli 2026, dengan temuan didominasi LSL dan usia produktif. (Dok, AMS)

Pasien yang positif kata Nining diarahkan untuk mendapatkan terapi antiretroviral guna menekan jumlah virus dalam tubuh.

"Sebenarnya pengidap HIV/AIDS dapat hidup normal tapi meraka harus rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup yang fungsinya menekan jumlah virus dalam tubuh supaya tidak menurunkan risiko penularan dan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik, " Katanya.

Baca Juga: Raih Penghargaan IRH 2026 dengan Predikat Istimewa, Kota Tasikmalaya Perkuat Reformasi Hukum dan Tata Kelola

Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya yang tercatat sepanjang 2026 tersebut menjadi bagian dari temuan 103 kasus baru sejak Januari hingga Juli. Temuan LSL menjadi salah satu kelompok yang mendominasi kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya pada 2026.

Dari total 103 kasus, kelompok LSL menjadi salah satu kelompok dengan temuan terbanyak. Data tersebut memperlihatkan bahwa LSL masuk dalam kelompok berisiko yang mendapat perhatian dalam penanganan HIV/AIDS Kota Tasikmalaya.

Memasuki 2026, penanganan terhadap 103 kasus terus dilakukan melalui pemeriksaan dan skrining terhadap kelompok berisiko. Dinas Kesehatan juga memberikan terapi antiretroviral kepada pasien yang dinyatakan positif.

Pada 2026, HIV/AIDS Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 103 kasus hingga Juli. Kelompok LSL menjadi salah satu kelompok yang disebut dalam data risiko penularan HIV/AIDS Kota Tasikmalaya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X