Video Siswa SMKN 1 Takengon Merokok dan Main Domino Viral, Sekolah Minta Maaf kepada Bupati Aceh Tengah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Video siswa SMKN 1 Takengon merokok dan bermain domino saat jam sekolah viral. Sekolah meminta maaf dan mengevaluasi pembinaan siswa. (Instagram/etnisgayo)
Video siswa SMKN 1 Takengon merokok dan bermain domino saat jam sekolah viral. Sekolah meminta maaf dan mengevaluasi pembinaan siswa. (Instagram/etnisgayo)

Video Bupati Aceh Tengah Tegur Siswa

Sebelum pihak sekolah memberikan klarifikasi, Video Viral tersebut lebih dahulu menjadi perhatian publik. Rekaman memperlihatkan Bupati Aceh Tengah mendatangi sebuah rumah makan dan menemukan beberapa siswa berseragam sekolah sedang merokok serta bermain batu domino.

Haili kemudian mempertanyakan asal sekolah para siswa tersebut. Ia juga meminta agar pemilik rumah makan tidak membiarkan pelajar merokok dan bermain domino ketika jam pelajaran berlangsung.

“Di mana sekolahnya? Ini semua SMKN 1 Takengon? Panggil Satpol PP, panggil kepala sekolah juga,” ujar Haili dalam video tersebut.

Baca Juga: Wisata Kuliner di Cibinong Bogor, Bakwan Malang Umay Punya Oseng Mercon Pedas yang Bikin Nagih

Beberapa siswa kemudian menghentikan permainan batu domino. Namun, salah seorang siswa terlihat masih melanjutkan permainan dan menunjukkan gesture yang dinilai menantang. Sikap tersebut kemudian turut menjadi sorotan warganet.

Bupati Aceh Tengah kembali mengingatkan para siswa mengenai larangan merokok dan bermain batu domino selama jam sekolah.

“Merokok itu nggak boleh, jangan biarkan seperti ini. Ini merokok jam sekolah, main batu jam sekolah,” lanjutnya.

Pemilik rumah makan dalam rekaman tersebut kemudian menjelaskan bahwa dirinya telah memasang imbauan agar siswa yang masih mengenakan seragam tidak melakukan aktivitas tersebut di tempatnya.

Baca Juga: Wisata Kuliner di Yasmin Bogor Makin Ramai, Warung Nasi Lumbung Lambung Jadi Buruan Pecinta Ayam Bawang Putih

“Ini saya kasih peringatan, yang pakai seragam sekolah. Jadi, saya ngasih tahu,” ucap pemilik warung.

Haili selanjutnya menyinggung peran orang tua yang telah mengeluarkan biaya agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan. Ia meminta kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Nggak sayang sama orang tuamu? Yang diharapkan belajar, kenapa Bapak turun? Banyak laporan. Jangan lagi kejadian seperti ini,” tukasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X