Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Guru yang Diduga Lakukan Pelecehan, Polisi Amankan Terduga Pelaku

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 8 September 2026 | 11:39 WIB
Dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan memicu aksi siswa. Guru berinisial AT diamankan polisi untuk diperiksa lebih lanjut. (Instagram/infojalurpantura_)
Dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan memicu aksi siswa. Guru berinisial AT diamankan polisi untuk diperiksa lebih lanjut. (Instagram/infojalurpantura_)

Selebaran itu juga menyebut adanya pendekatan kepada siswa dengan alasan bimbingan belajar maupun tugas tambahan. Tindakan yang dituduhkan disebut terjadi di lingkungan sekolah.

"Himbauan untuk siswa & orang tua: Lapor segera ke pihak berwajib atau pihak sekolah jika Anda atau anak Anda menjadi korban," tulis keterangan dalam selebaran tersebut, dikutip dari Instagram @oinfojalurpantura_ pada Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Asap Hitam Menyembur di Pasar Baru Jakpus, Kabel PLN Diduga Overheat hingga Sempat Picu Ledakan

Pesan Percakapan Ikut Menjadi Sorotan

Di tengah kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan, tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan AT dan korban juga beredar di media sosial.

Dalam percakapan tersebut, terdapat sejumlah pesan permintaan maaf dari orang yang disebut sebagai terduga pelaku. Ia juga meminta persoalan tersebut tidak disampaikan kepada orang lain.

"Maafkan ayah ya sayang. Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah," tulis pesan tersebut.

"Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama," sambungnya.

Pada pesan berikutnya, orang yang diduga sebagai terduga pelaku kembali menanyakan alasan korban tidak masuk sekolah sekaligus menyampaikan permintaan maaf.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Harga Masker Melonjak, Keluhan Seller Nakal di Tengah Abu Vulkanik

Kronologi Versi Pesan Korban

Selain percakapan tersebut, beredar tulisan yang disebut sebagai kronologi dari pihak yang diduga menjadi korban. Isi pesan menggambarkan kejadian yang disebut berlangsung di ruang guru.

Menurut tulisan tersebut, korban awalnya dipanggil ke ruang guru dan tidak merasa curiga karena kondisi ruangan sedang terdapat sejumlah orang, baik siswa maupun guru.

Korban kemudian menunggu di salah satu kursi ketika AT masih berbicara dengan siswa lain. Dalam kondisi mengantuk, korban mengaku tertidur sambil duduk dengan posisi badan mengarah ke meja.

"Posisi aku tidur tuh duduk di kursi terus badannya ke meja gitu. Padahal, baju aku tertutup, aku pakai jas, aku pakai kerudung, pakaianku enggak mengundang nafsu sama sekali," tulis pesan dalam chat itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X