KAIRO, Mediapriangan.com - Pendakwah ternama Syekh Ahmad Al Misry akhirnya memecah keheningan terkait gelombang isu miring yang menyeret namanya di tanah air.
Melalui kanal digital pribadinya pada Kamis (23/4/2026), ulama yang akrab disapa Ustaz SAM ini melontarkan bantahan keras terhadap sejumlah poin krusial, mulai dari dugaan asusila hingga narasi yang dianggap mencoreng nilai agama.
Poin pertama dalam klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir berkaitan dengan keberadaannya di luar negeri.
Syekh Ahmad Al Misry menepis anggapan bahwa keberangkatannya merupakan upaya menghindari proses hukum atas laporan ke Mabes Polri yang dilayangkan pihak pelapor pada November tahun lalu.
“Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026, saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026,” ucapnya tegas.
Ia menjelaskan bahwa surat pemanggilan otoritas hukum baru terbit setelah dirinya berada di Mesir. Beliau pun mengapresiasi langkah kooperatif kepolisian.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya penyidik yang memberikan kesempatan untuk mendengarkan kesaksian saya secara online,” lanjutnya sembari menekankan status Syekh Ahmad Al Misry sebagai saksi, bukan tersangka.
Baca Juga: Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang
Terkait substansi perkara, Ustaz SAM secara eksplisit menepis adanya tuduhan pelecehan seksual terhadap santri-santrinya. Ia menyatakan telah menyiapkan langkah hukum balasan dengan menyiapkan berbagai bukti tandingan.
“Tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang dan juga ada saksi-saksinya,” paparnya.
Isu lain yang tidak kalah panas adalah narasi mengenai fitnah terhadap Rasulullah yang dikaitkan dengan dirinya.
Artikel Terkait
Promedia Group dan ICCN Sepakati Kolaborasi, Ekonomi Kreatif Indonesia Didorong Mandiri hingga Daerah
Retrospektif Kota Kreatif Diluncurkan ICCN, E-Book Dokumentasikan Perjalanan Kota Kreatif Indonesia
Open Call ICCN Dibuka, Pelaku Ekonomi Kreatif Berkesempatan Ajukan IP Kreatif untuk Kolaborasi Nasional
ICCN Dukung Film Pelangi di Mars, Ajak Publik Nonton Karya Anak Bangsa yang Inspiratif
ICCN Buka Riset Kota Kreatif Indonesia, Akademisi Diajak Perkuat Data Ekonomi Kreatif Nasional
Momentum Ekonomi Kreatif Disorot, ICCN Dorong Pembenahan Sistem Jasa Kreatif Nasional