SDN Mboeng NTT yang Viral Akhirnya Direvitalisasi, Sekolah Berdinding Bambu Kini Masuk Program 2026

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 10 September 2026 | 19:58 WIB
SDN Mboeng NTT yang viral karena berdinding bambu akhirnya masuk revitalisasi 2026. Program pemerintah ini menyasar 1.487 sekolah tahun ini.   (Instagram/aljiwo)
SDN Mboeng NTT yang viral karena berdinding bambu akhirnya masuk revitalisasi 2026. Program pemerintah ini menyasar 1.487 sekolah tahun ini. (Instagram/aljiwo)

Kondisi SDN Mboeng kemudian semakin menjadi perhatian karena sekolah tersebut diketahui menerima perangkat pembelajaran digital berupa papan interaktif Smart TV.

Pemberian perangkat itu memunculkan pertanyaan karena fasilitas kelistrikan sekolah disebut belum memadai untuk mengoperasikannya.

"Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, bantuan yang datang justru sebuah smart TV," terang postingan serupa.

"Perangkat itu pun belum bisa digunakan karena sekolah tidak memiliki daya listrik yang memadai," tandasnya.

Baca Juga: Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap

Catatan Dapodik Sebut SDN Mboeng Punya Sumber Listrik

Mengenai persoalan listrik, Salim menjelaskan terdapat perbedaan antara informasi yang beredar dengan data administrasi pendidikan. Berdasarkan data pokok pendidikan atau Dapodik, SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik.

"Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran," terangnya.

Dengan kondisi tersebut, revitalisasi SDN Mboeng tidak hanya berkaitan dengan ruang belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan fasilitas pendidikan secara lebih luas.

Baca Juga: Viral Siswa Pedalaman Nias Terjang Arus Sungai Demi Sekolah, Jalan Licin dan Hujan Tak Menghentikan Langkahnya

Program Revitalisasi Menyasar 1.487 Sekolah di NTT

SDN Mboeng bukan satu-satunya sekolah yang mendapatkan program revitalisasi. Kemendikdasmen menyebut terdapat 1.487 satuan pendidikan di NTT yang menjadi sasaran revitalisasi pada 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan program pada 2025 yang mencakup 580 satuan pendidikan.

Salim menyebut peningkatan jumlah penerima revitalisasi tersebut diikuti dengan dukungan anggaran yang lebih besar pada tahun ini.

"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X