Helikopter Raksasa Jepang Tiba di Kalbar, 3 CH-47 Chinook Disiapkan untuk Water Bombing Karhutla

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 10 September 2026 | 20:05 WIB
Tiga CH-47 Chinook Jepang tiba di Kalbar untuk membantu water bombing karhutla. Armada ini dibawa kapal perang JS Kunisaki. (Instagram/majuidn)
Tiga CH-47 Chinook Jepang tiba di Kalbar untuk membantu water bombing karhutla. Armada ini dibawa kapal perang JS Kunisaki. (Instagram/majuidn)

Persoalan lain muncul dari ketersediaan air. Sejumlah sumber air di wilayah Kalbar mengalami penyusutan sehingga menyulitkan petugas mendapatkan pasokan untuk pemadaman.

Bahkan, penyusutan debit beberapa sungai membuat air laut masuk ke aliran sungai. Kondisi itu menyebabkan air menjadi asin dan tidak mudah dimanfaatkan untuk memadamkan api.

"Air untuk memadamkan api juga kita kekurangan sehingga harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh," imbuh Krisantus.

 Baca Juga: Tragedi Karhutla Kalteng, 2 Relawan Damkar Gugur Usai Berjibaku Padamkan Api, Kelelahan Diduga Jadi Pemicu

CH-47 Chinook Dukung Water Bombing

Kehadiran CH-47 Chinook di Kalbar diarahkan untuk memperkuat operasi water bombing dari udara. Helikopter jenis ini juga dapat membantu membawa personel maupun logistik menuju lokasi yang sulit diakses kendaraan darat.

Dukungan tersebut menjadi penting ketika titik karhutla berada di kawasan dengan akses terbatas. Penggunaan helikopter memungkinkan distribusi bantuan dilakukan tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur darat.

Selain armada Jepang, pemerintah daerah juga meminta pihak perusahaan yang memiliki konsesi untuk mengambil bagian dalam penanganan karhutla.

 Baca Juga: Sherina Munaf Turut Terjun Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Asap Tebal sampai Masuk Pesawat

Pemilik HGU Diminta Tidak Hanya Menonton

Krisantus meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha atau HGU ikut bertanggung jawab terhadap pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah konsesinya.

"Kita mengharapkan para pelaku usaha, pemilik-pemilik HGU untuk ikut membantu. Jangan hanya menonton," ungkapnya.

Ia mengatakan pemerintah pusat sebelumnya telah meminta enam gubernur di wilayah rawan karhutla, termasuk Kalbar, memperkuat penanganan bersama sektor usaha.

Perusahaan yang dinilai tidak menjalankan tanggung jawab dalam menjaga wilayah konsesinya akan dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X