Desi menyebut sejumlah nelayan turut bergerak dan memberikan informasi mengenai kondisi di sekitar lokasi. Bagi keluarga, keberadaan nelayan menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan pencarian karena mereka memahami karakter perairan setempat.
Kondisi tersebut membuat pencarian jurnalis hilang kontak di Perairan Banten tidak hanya dipantau melalui pergerakan kapal-kapal pencari, tetapi juga informasi dari pihak lain yang berada di kawasan tersebut.
Keluarga berharap area pencarian dapat terus diperluas, terutama terhadap wilayah yang belum tersentuh dalam operasi. Informasi dari Basarnas juga masih ditunggu untuk mengetahui perkembangan terbaru pencarian.
Sebelumnya, jurnalis hilang kontak tersebut diketahui melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Sampai hari kelima, keberadaan lima jurnalis bersama tiga kru kapal masih dalam pencarian.
Desi mengatakan keluarga juga telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai perkembangan kondisi para korban. Sementara itu, operasi Tim SAR Gabungan masih berlanjut di Perairan Banten untuk mencari seluruh penumpang dan kru Arupadhatu 1.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga masih menunggu informasi terbaru mengenai pencarian 8 orang tersebut.***
Artikel Terkait
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi di Jawa Barat, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan
Bandara Soetta Tutup hingga 13.30 WIB, Penumpang Menumpuk akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam
Rumah Warga Bandar Lampung Mendadak Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Tebalnya Bikin Syok
Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Harga Masker Melonjak, Keluhan Seller Nakal di Tengah Abu Vulkanik
Ombak Mendadak Besar, Pemancing Ungkap Momen Mencekam Saat Saksikan Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda