Menurut Heri, Ponpes Ash-Asholihah juga merasa dirugikan oleh narasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah kasus dugaan pemerkosaan santriwati tersebut mencuat.
Baca Juga: SDN Mboeng NTT yang Viral Akhirnya Direvitalisasi, Sekolah Berdinding Bambu Kini Masuk Program 2026
"Kalau memang salah, salah. Kalau benar, benar. Maka kita turun di sini karena di sini itu pondok itu juga jadi korban," beber Heri.
"Bukan hanya kemudian narasi yang dibangun korbannya pihak sana, tidak," terangnya.
Dengan adanya laporan tersebut, proses hukum terkait dugaan pemerkosaan santriwati kini menjadi ranah aparat kepolisian. Pihak pesantren menyatakan siap mengikuti proses yang berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari keluarga FN maupun keterangan dari kepolisian terkait tanggapan atas versi yang disampaikan Ponpes Ash-Asholihah.***
Artikel Terkait
Kebakaran RSSA Malang Bikin 45 Pasien Anak Dievakuasi, Ruang Perawatan Masih Berbau Asap
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, BNPB Petakan Sirene Tsunami di Pesisir Banten
Viral Siswa Pedalaman Nias Terjang Arus Sungai Demi Sekolah, Jalan Licin dan Hujan Tak Menghentikan Langkahnya
Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap
Api Gunung Awu Sangihe Belum Padam, Kobaran Makin Dekat ke Permukiman hingga Pendaki Jadi Tersangka
Delapan Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan, 1 Sempat Tersesat di Jalur Curam dan Penuh Batuan