Baca Juga: Misteri Eks Stan PKL Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Hibah Bank BJB Kini Rusak Tidak Diurus
Tidak hanya NPL, kredit dalam perhatian khusus atau special mention loans juga mengalami kenaikan. Rasio SML tercatat 4,3 persen pada Juni 2026, naik dari 3,8 persen pada akhir 2025 dan 2,7 persen pada akhir 2024.
Pada periode yang sama, rasio pencadangan terhadap NPL Bank BJB berada di level 85,8 persen. Posisi tersebut turun dari 91,6 persen pada Desember 2025, meski masih sedikit di atas 84,4 persen pada Desember 2024.
Menurut PEFINDO, turunnya tingkat pencadangan terhadap kredit bermasalah menunjukkan perlindungan terhadap potensi kerugian menjadi lebih terbatas ketika kualitas aset kembali memburuk.
Bank BJB Siapkan Write-off Rp814 Miliar
Untuk menangani persoalan kredit bermasalah, Bank BJB merencanakan penghapusbukuan atau write-off kredit sebesar Rp814 miliar sepanjang 2026.
Perseroan juga memperkirakan dapat melakukan pemulihan kredit bermasalah senilai Rp280 miliar.
Namun, langkah tersebut belum diproyeksikan langsung menghilangkan tekanan terhadap kualitas aset. PEFINDO memperkirakan NPL Bank BJB masih berada di kisaran 2,8 persen hingga 3 persen dalam jangka pendek.
Kondisi kualitas aset tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penurunan Rating Bank BJB.
Meski demikian, PEFINDO tetap menilai sejumlah fundamental perseroan berada dalam kondisi kuat.
“Peringkat mencerminkan posisi bisnis Bank BJB yang sangat kuat,” tulis PEFINDO.
Baca Juga: KDM Menuju Pilpres 2029: Menunggu Restu Prabowo atau Maju Bersama Gerindra?
Posisi Bisnis dan Permodalan Masih Kuat
PEFINDO menyebut posisi bisnis Bank BJB ditopang pasar captive di Jawa Barat dan Banten. Selain itu, perseroan memiliki tingkat permodalan serta profil likuiditas yang dinilai sangat kuat.
Artikel Terkait
Imah Aing di Sapawarga Dibuka Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Warga Jabar Bisa Ajukan Rutilahu Gratis
HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti 80 Ribu Warga Jabar Belum Teraliri Listrik
Pemprov Jabar Akan Ambil Alih Jembatan Margacinta Pangandaran, Bangunan Permanen Mulai 2027
Ciamis Terpilih Jadi Lokus PKN Tingkat II Jabar, 60 Peserta Pelajari Tata Kelola Lingkungan di 4 Lokasi
Ciamis Raih Dua Penghargaan ASN Jabar, Kualitas Data dan Arsip Jadi Penentu Tata Kelola Kepegawaian
GIIAS Bandung 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Hadir dan Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan