Karhutla Palangka Raya Berlangsung 3 Bulan, Petugas Temukan Botol Diduga Berisi Pertalite di Lokasi Kebakaran

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Petugas pemadam karhutla Palangka Raya mengungkap temuan botol berbau Pertalite saat bertugas. Titik panas Kalimantan Tengah mencapai 7.526 hingga 22 Oktober 2026. (Instagram/zaskiadyamecca)
Petugas pemadam karhutla Palangka Raya mengungkap temuan botol berbau Pertalite saat bertugas. Titik panas Kalimantan Tengah mencapai 7.526 hingga 22 Oktober 2026. (Instagram/zaskiadyamecca)

 

PALANGKA RAYA, Mediapriangan.com - Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengaku menemukan sebuah botol yang mengeluarkan bau menyerupai bensin saat melakukan pemadaman.

Temuan itu disampaikan ketika petugas berbincang dengan artis Zaskia Adya Mecca dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @zaskiadyamecca pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Temuan tersebut muncul di tengah upaya petugas menangani kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Dalam rekaman itu, petugas berkaos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menceritakan kondisi di lapangan, termasuk dugaan adanya bahan bakar di sekitar area kebakaran.

“Tadi kami menemukan satu botol kak, kalau dari baunya itu bau Pertalite, bau bensin,” ujar petugas berkaos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu dalam video yang diunggah di akun Instagram @zaskiadyamecca pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Belum ada keterangan dalam informasi tersebut yang memastikan isi botol maupun pihak yang membawanya. Karena itu, temuan tersebut masih sebatas keterangan petugas mengenai bau yang tercium di lokasi.

Baca Juga: Karhutla Gunung Ciremai di Kuningan Belum Tuntas, 100 Personel Dikerahkan dan Helikopter Water Bombing Disiapkan

Petugas Berupaya Jauhkan Api dari Tower SUTET

Selain menceritakan temuan botol, petugas menjelaskan upaya pemadaman dilakukan dengan memperhatikan keberadaan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Api di sekitar area tersebut berisiko mengganggu infrastruktur kelistrikan apabila tidak dikendalikan.

“Kemarin kami pertama dari sebelah kiri tower, dipadamkan di situ. Berikutnya yang sana udah padam, sekarang sini,” imbuhnya.

Petugas mengatakan tim terus bergerak untuk mencegah api mendekati menara. Dampak kebakaran terhadap jaringan listrik dikhawatirkan tidak hanya dirasakan warga Palangka Raya, tetapi juga wilayah lain yang terhubung dengan jaringan tersebut.

“Tapi kami tetap maju, bisa dibayangkan kalau terjadi apa-apa sama sutet ini, bukan cuma Palangka Raya yang mungkin mati lamlu atau apa,” jelasnya.

Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Petugas harus berpindah dari satu bagian area ke bagian lain untuk mengendalikan api dan mencegah penyebarannya menuju infrastruktur penting.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia, Menko PMK Sugiono Ungkap Respons Pemerintah atas Pesan Parlemen Malaysia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X