"Metode oral tetes itu manis, sehingga anak tidak takut. Dan anak akan nyaman, rasanya pun enak. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh semua anak karena polio hanya bisa kita hindari dengan imunisasi," katanya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku, sempat kaget kasus polio pertama ditemukan di wilayahnya.
Padahal tegas dia, cakupan imunisasi setiap tahunnya selalu melebihi angka 80 persen.
"Kita juga kaget kasus pertamanya ditemukan di wilayah kami. Padahal cakupan imunisasi kami sangat luas, ternyata tetap saja ada yang terlewat di Kecamatan Manis, maka kita cegah dengan imunisasi lengkap," kata Anne.
Baca Juga: 8 Tips Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Saat Menjalankan Puasa Ramdhan
Dia mengaku optimistis dengan PIN Polio gebyar ini, Purwakarta akan kembali nol kasus polio dengan catatan seluruh masyarakat mendukung pelaksanaannya.
"Imunisasi polio di Purwakarta menyasar 78.077 anak tersebar di 17 kecamatan dan 183 desa/kelurahan. Kader Posyandu yang dilibatkan sebanyak 5.235 orang," tutur dia.***
Artikel Terkait
Jawa Barat Gelar Vaksinasi Polio Targetkan 4 Juta Balita
Sukseskan Imunisasi Polio di Jabar, Atalia Ridwan Kamil Minta PKK Rapatkan Barisan
Hadiri Acara Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio, Wakil Bupati Ciamis: Lindungi Anak-Anak Dari Penyakit Menular
Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Polio, Kota Tasikmalaya Turut Gelar Sub Pekan Imunisasi Nasional 2023
Sub PIN Polio di Kabupaten Tasikmalaya, Diburu Warga