Sub PIN Polio Menyasar 4 Juta Balita Di Jawa Barat

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 5 April 2023 | 01:35 WIB
Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil memberikan imunisasi polio di Purwakarta (Biro Adpim Jabar)
Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil memberikan imunisasi polio di Purwakarta (Biro Adpim Jabar)

Mediapriangan.com - Sasaran Sub PIN Polio se-Jawa Barat sebanyak 3.984.797 anak dengan usia 0 sampai 59 bulan (balita).

Imunisasi dilakukan di 1.101 Puskesmas dan 52.432 Posyandu dengan melibatkan 311.992 kader Posyandu.

Sementara metode yang digunakan dalam imunisasi, yaitu oral atau tetes.

Baca Juga: 30 Ucapan Selamat Hari Nelayan Nasional 2023: Tantangan dan Harapan Wujudkan Kesejahteraan Nelayan Indonesia

Demikian hal itu dikemukakan Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil, saat meninjau pelaksanaan imunisasi polio di Posyandu Mawar 11, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Senin, 3 April 2023. 

Dia menuturkan, untuk mengejar target hampir 4 juta anak itu, pihaknya menerjunkan seluruh kader PKK, karang taruna, dan pihak lainnya, agar bisa menjangkau masyarakat di pedesaan. 

"Kita tidak bisa sendirian, maka seluruh kader kita sertakan mulai kader Posyandu, PKK, karang taruna, semuanya kita libatkan untuk lebih menjangkau masyarakat," kata Atalia.

Baca Juga: Dari Tradisi Labuh Saji ke Penaburan Benih Ikan: Hari Nelayan Nasional 2023 di Pelabuhan Ratu Sukabumi

Sosialisasi terhadap pentingnya imunisasi polio juga terus dilakukan. Atalia mengaku masih ada masyarakat yang menolak anaknya diberikan imunisasi akibat minimnya edukasi dan dikhawatirkan menerima informasi yang tidak benar.

"Harus banyak sosialisasi karena sampai saat ini masih saja ada penolakan, maka edukasi penting karena imunisasi polio bukan hanya untuk anaknya sendiri, tetapi mencegah transmisi ke anak lainnya," tutur Atalia. 

Dia menambahkan, gerak cepat Jawa Barat dalam merespons satu kasus KLB Polio di Purwakarta beberapa waktu lalu, mendapat apresiasi Kementerian Kesehatan RI dan WHO maupun Unicef.

Baca Juga: Zakat Fitrah: Pengertian dan Besaran yang Harus Dikeluarkan

"Kami diapresiasi oleh Kemenkes dan berbagai pihak, karena bisa menemukan kasus dengan cepat sehingga penyebaran bisa dicegah. Ketika satu kasus ditemukan kita langsung deteksi penyebarannya," ujarnya.

Lebih lanjut Atalia Praratya berharap masyarakat segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat, karena polio hanya bisa dihindari dengan imunisasi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X