Akses transportasi yang ditutup, telah menghambat jalur transportasi katering untuk para jemaah haji di pemondokan.
"Beruntung banyak restoran atau warung makan Indonesia yang tidak terlalu jauh dari pemondokan. Sehingga jemaah haji bisa memanfaatkan living costnya untuk membeli makan," tutur Deden.
Pada intinya tegas dia, kebijakan Bupati Ade Sugianto menjadi luar biasa di tengah para jemaah haji yang berada di pemondokan Mahbas Jin harus mengantre membeli makanan.
Dia menambahkan, untuk kebutuhan makan para jemaah haji asal Jawa Barat, sejauh ini tidak ditemukan permasalahan serius.
"Banyaknya warung makanan yang mudah dijangkau dan pilihan menunya juga beragam. Termasuk makanan khas Jawa Barat seperti martabak, bakso dan lainnya," katanya.***
Artikel Terkait
Setiap Tahun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Mencanangkan BTT, Ini Kata Ketua DPRD
Golkar Targetkan 11 Kursi Di DPRD Kabupaten Tasikmalaya
Dua Partai Politik Peserta Pemilu 2024 Di Kabupaten Tasikmalaya Tidak Mengajukan
Ribuan Calon Jemaah Haji di Kabupaten Tasikmalaya Telah MengIkuti Pelatihan Manasik Haji Tahun 2023
Jemaah Haji Kabupaten Tasikmalaya Dilepas Bupati, 27 Lansia Menggunakan Kursi Roda
Pajak Kendaraan Tidak Dibayar? Di Kabupaten Tasikmalaya Ada Ribuan Nunggak
Beberapa Titik Di Kabupaten Tasikmalaya Selatan Dilanda Longsor
Mengobati Duka, Tagana Dan Dinsos PPKB-P3A Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan Tanggap Bencana
DPRD Kabupaten Tasikmalaya Menunggu SK Gubernur Terkait 3 Anggota Legislatif PAW
Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Kabupaten Tasikmalaya Alami Muntah-Muntah