Oleh : Lilis Suryani
Guru Dan Pegiat Literasi
DIAKUI atau tidak, kemajuan teknologi melalui digitalisasi di segala lini menjadi salah satu pintu masuk dari budaya asing.
Sayangnya budaya asing yang masuk, justru budaya barat yang dinilai bisa mengikis kepribadian generasi muda terutama para pelajar yang awalnya kental dengan budaya ketimurannya.
Betapa tidak, budaya asing saat ini tampak lebih digandrungi generasi, ketimbang budaya lokal yang sebenarnya menjadi jati diri bangsa ini sejak dahulu kala.
Dari cara berpakaian misalnya, fashion kebarat-baratan lebih diminati generasi muda, begitupun gaya hidup dan cara pandang generasi saat ini yang lekat dengan hedonisme dan liberalisme.
Hal tersebut menunjukan betapa jauhnya generasi dari budaya ketimuran yang identik dengan nilai-nilai ruhiyah dan keagamaan.
Bisa jadi, karena melihat fenomena inilah yang melatarbelakangi Pemprov Jabar melalui Kadisdik Jabar membuat program Jabar Masagi.
Terkait hal ini Wahyu Mijaya selaku Kadisdik Jabar menyebut program Jabar Masagi hadir di tengah kekhawatiran masyarakat akan masifnya pengaruh budaya asing di Indonesia.
"Kita ini lahir dan dibesarkan dalam sebuah budaya, budaya itu lah yang membentuk karakter kita, kemudian karakter dari lingkungan membentuk jati diri," ujar Wahyu Mijaya.
Sumber Daya Manusia ( SDM) unggul memang tidak bisa lahir dengan membebek pada barat yang memiliki cara pandang sekuler, artinya memisahkan peran agama dari kehidupan.
Karena aturan agama dinafikan jadilah barat mengagungkan freedom atau kebebasan. Dapat diprediksi, masyarakat dengan SDM seperti ini akan rusak meski memiliki kemajuan teknologi.
Dari pengagungan kebebasan ini, dapat kita saksikan berbagai kerusakan terjadi di negara tersebut. Beberapa waktu yang lalu, viral kawasan Amerika Serikat yang dipenuhi dengan mayat hidup.
Artikel Terkait
KDRT Dalam Perspektif Sosiologis
Opini: Berkaca Pada Peristiwa di Tol Pejagan-Pemalang, Perlunya Mitigasi Risiko Bahaya Kecelakaan Lalu Lintas
Opini: Menanggapi Upaya Pemerintah Kota Bandung, Begini Strategi Islam Basmi Aksi Kejahatan Jalanan
Opini: Anak Masih Sangat Rentan Menjadi Korban Kejahatan, Berawal Dari Problem Mendasar
Opini: Cara Islam Menyerap Tenaga Kerja