Mediapriangan.com - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Tasikmalaya menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) 1 Kota Tasikmalaya pada Kamis, 5 September 2024.
Dalam acara diseminasi AKS tersebut dipaparkan hasil audit kasus yang menjadi dasar bagi penajaman rekomendasi intervensi, baik spesifik maupun sensitif, serta pencegahan yang diperlukan berdasarkan kelompok sasaran yang telah diaudit.
Bertempat di Aula Bale Kota Tasikmalaya, kegiatan diseminasi AKS dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Rahmat Riza.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Tasikmalaya, para Camat, perwakilan Lurah, serta Tim Pakar Audit Kasus Stunting Kota Tasikmalaya dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rahmat Riza menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting sebagai langkah untuk menurunkan prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya.
"Langkah untuk menurunkan prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya, yang saat ini tercatat sebesar 10,75% berdasarkan data EPPGBM," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga.
Hal ini mencakup berbagai aspek penting seperti memastikan pemenuhan asupan gizi yang seimbang, yang merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain itu, upaya ini juga menitikberatkan pada perbaikan pola asuh yang lebih baik dan holistik, yang tidak hanya mendukung kesehatan fisik anak, tetapi juga perkembangan mental dan emosional mereka.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, yang mencakup berbagai layanan dasar.