Peresmian Bantuan Program Paranje Tasik, Dr. Cheka Virgowansyah: Tingkatkan Budidaya Ayam Kampung di Kota Tasikmalaya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 31 Juli 2024 | 20:58 WIB
Pj Wali Kota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah saat peresmian bantuan Program Paranje Tasik di Kampung Sinar Jaya, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya pada Selasa, 30 Juli 2024.   (Kominfo)
Pj Wali Kota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah saat peresmian bantuan Program Paranje Tasik di Kampung Sinar Jaya, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya pada Selasa, 30 Juli 2024. (Kominfo)

 

Mediapriangan.com - Pada Selasa, 30 Juli 2024, berlangsung peresmian bantuan Program Paranje Tasik (Pengembangan Ayam Rancage Kota Tasikmalaya) di Kampung Sinar Jaya, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Program Paranje Tasik ini memberikan bantuan kepada tujuh kelompok tani, termasuk Tani Sinar Jaya, Taruna Tani Mekar Jaya, Mekar Bakti, Taruna Tani Mewangi Mandiri, Tani Sukamekar II, dan Taruna Tani Berkobar.

Program Paranje Tasik, yang diinisiasi oleh kelompok Tani Sawargi Jaya di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan produksi dan budidaya ayam kampung.

Baca Juga: Luncurkan Paranje Tasik, Cheka Virgowansyah: Inovasi Terintegrasi untuk Mengatasi Permasalahan Kota Tasikmalaya

Dalam pidatonya, Pj Wali Kota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah mengungkapkan bahwa produksi daging ayam kampung di Kota Tasikmalaya sekitar 575,82 ton per tahun.

Sementara itu, kebutuhan masyarakat mencapai 6.005 kg per hari atau setara dengan 2.191,8 ton per tahun, menunjukkan peluang besar untuk mengembangkan budidaya ayam kampung.

"Hal ini menunjukkan potensi besar dalam budidaya ayam kampung" ujar Pj Wali Kota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Panen Perdana Ayam Rancage, Upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Menurutnya, program ini menawarkan solusi dengan menyediakan kandang berukuran 2 x 5 meter yang mampu menampung hingga 750 ekor ayam.

"Pakan yang digunakan terdiri dari 45% pakan pabrikan, 40% maggot, dan 15% azolla, menciptakan komposisi pakan yang efektif dan bervariasi," jelasnya.

Dr. Cheka Virgowansyah juga menyoroti keberhasilan program ini yang didukung oleh pengelolaan yang efisien dan inovatif.

Baca Juga: Panen Perdana Demfarm Budidaya Cabai Merah di Kota Tasikmalaya, Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Pangan

Penggunaan pakan alternatif seperti maggot dan azolla tidak hanya mengurangi biaya pakan sebesar 42%, tetapi juga membantu mengatasi masalah sampah organik di Kota Tasikmalaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X