"Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh saksi, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan," tambah Ade.
Baca Juga: KPK Resmi Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi di Anak Perusahaan Telkom, Negara Rugi Rp280 Miliar
Cekcok dengan Pelaku Sebelum Pembunuhan
Menurut istri korban, Ade Andriani, suaminya pernah terlibat cekcok dengan terduga pelaku. Perdebatan tersebut terjadi saat rapat warga terkait kebiasaan pelaku yang kerap minum minuman keras.
"Setelah insiden itu, hubungan mereka memburuk. Ada ketidaksukaan dari pihak pelaku terhadap suami saya," ungkap Ade.
Pelaku Dijuluki "Limbad" oleh Warga
Terduga pelaku yang kini telah diamankan pihak kepolisian dikenal warga dengan julukan "Limbad." Julukan itu disematkan karena rambutnya yang gimbal dan tubuhnya yang penuh tato.
"Ia jarang berbicara atau berinteraksi dengan warga sekitar. Orangnya tertutup," ujar Ade Andriani.
Bambang Prayitno, salah satu tetangga korban, mengatakan bahwa pelaku pernah tinggal bersebelahan dengan rumah Sandy. "Dia juga bekerja sebagai kru film," kata Bambang.
Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Hingga kini, polisi telah memeriksa empat saksi, termasuk istri pelaku, staf keamanan, dan warga sekitar. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, sementara publik terus menanti kelanjutan proses hukum terhadap pelaku.***