hukum

Versi Kronologi Beda! Kemlu Minta Malaysia Dengerin Keterangan WNI soal Insiden Penembakan APMM Buat Penyelidikan

Minggu, 9 Februari 2025 | 11:47 WIB
Ilustrasi foto penembakan 5 WNI oleh APMM di wilayah Tanjung Rhu, Selangor, pada Jumat, 24 Januari 2025. (Unsplash/Max Kleinen)

Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution menjelaskan pengejaran dilakukan oleh kapal Penggalang 31 milik APMM setelah peringatan dengan pengeras suara diabaikan.

Selain itu disebutkan jika kapal yang ditumpangi 5 WNI berusaha menabrak Penggalang 31 untuk kabur.

“Indikasi bahwa kapal tersebut tidak menghiraukan peringatan adalah kapal terus melaju kencang,” ujar Saifuddin pada konferensi pers yang digelar di Gedung Parlemen pada Senin, 3 Februari 2025.

Baca Juga: Warga Banten Protes ke Menteri Bahlil Soal Gas Melon, Ngaku Emosi sampai Banting Motor! Ini Alasan Berani 'Semprot' Langsung

Bagian kapal yang jadi target saat penabrakan adalah bagian mesinnya, di mana menimbulkan risiko ledakan.

Saifuddin mengatakan bahwa mengingat ancaman yang meningkat, petugas APMM mengarahkan ke mesin kapal, berharap dapat menonaktifkannya dan mengakhiri pengejaran.

Kemlu RI berharap Malaysia mau mendengar keterangan WNI

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Judha Nugraha mengungkapkan harapannya agar aparat Malaysia juga mempertimbangkan keterangan yang diberikan oleh WNI.

Baca Juga: MUI Tegas! Orang Kaya Pakai Gas Elpiji 3 Kg Dinyatakan Haram, Sebut Dalil hingga Sanksi, Pemerintah Bakal Tindak Lanjut?

Ia menyoroti perbedaan kronologi tentang ada dan tidaknya penyerangan dengan senjata tajam sebelum penembakan dilakukan.

“Ada beberapa catatan, yang pertama terkait tadi yang percobaan pembunuhan,” kata Judha kepada media di Kemlu RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 7 Februari 2025.

“Sebagaimana kita tahu di rilis awal dari PDRM, menyampaikan bahwa dua WNI kita melakukan penyerangan kepada aparat APMM dengan menggunakan parang, itu rilis awal,” ujarnya.

Baca Juga: Rayakan Hari Pers Nasional 2025, CEO Promedia Agus Sulistriyono Ajak Jurnalis dan Media Bersatu Hadapi Tantangan Industri Digital!

“Kemudian pada saat kita melakukan akses kekonsuleran pada WNI yang luka tembak, kan diceritakan kronologis dan bahwa mereka menyampaikan tidak ada penyerangan tersebut,” jelas Judha.

Karena itu, ia meminta Malaysia mendengarkan keterangan WNI dalam proses penyidikan yang dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini