Kondisi ini, lanjut Diky, adalah sinyal kuat bagi para pendidik untuk segera beradaptasi.
Guru bukan lagi sekadar pengajar, melainkan navigator masa depan yang membimbing generasi muda melewati perubahan.
Dalam konteks itu, pelatihan Intel Skills for Innovation (SFI) menjadi sangat penting.
“Pelatihan ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang cara pandang baru terhadap pendidikan, menggabungkan inovasi, karakter, dan teknologi sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan,” ucapnya.
Dengan semangat kolaboratif dan pembaruan metode, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi guru-guru Kota Tasikmalaya untuk terus berkembang.***