Kondisi ini, lanjut Diky, adalah sinyal kuat bagi para pendidik untuk segera beradaptasi.
Guru bukan lagi sekadar pengajar, melainkan navigator masa depan yang membimbing generasi muda melewati perubahan.
Dalam konteks itu, pelatihan Intel Skills for Innovation (SFI) menjadi sangat penting.
“Pelatihan ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang cara pandang baru terhadap pendidikan, menggabungkan inovasi, karakter, dan teknologi sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan,” ucapnya.
Dengan semangat kolaboratif dan pembaruan metode, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi guru-guru Kota Tasikmalaya untuk terus berkembang.***
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Buka FOSHIRA 2025, Ajak Peserta PMR Bangun Karakter dan Semangat Relawan
Peringatan Nuzulul Qur'an di Kota Tasikmalaya, Wali Kota Viman Ajak Warga Perkuat Spirit Qur’ani dan Kewaspadaan Lingkungan
Resmi Diangkat! 203 ASN Baru Terima SK, Wali Kota Tasikmalaya Minta Jaga Integritas, Disiplin, dan Profesionalisme
Kota Tasikmalaya Jadi Tuan Rumah Pembinaan IRH 2025, Usai Cetak Prestasi AA dalam Reformasi Hukum
Resmi Dilantik, Pengurus KONI Kota Tasikmalaya 2025-2029 Siap Ukir Sejarah Baru, Ini Harapan dari Wali Kota Viman
Peringatan Hardiknas 2025, Wali Kota Tasikmalaya Ajak Wujudkan SDM Unggul Lewat Pendidikan Bermutu dan Berkarakter