Perubahan ini sempat membuat sebagian jemaah terpisah dari keluarga.
"Betul, kemarin kan ada beberapa syarikah di semua kloter. Kalau dulu itu sama maktab jadi satu syarikah, kalau sekarang itu beberapa syarikah. Tapi alhamdulillah, pasca di Armuzna itu kembali lagi normal, jadi yang tadinya pisah dengan keluarga itu disatuin lagi," paparnya.
Indra juga memuji keteraturan jemaah Garut dalam mengelola barang bawaan dan koper masing-masing.
Secara keseluruhan, kondisi kesehatan para jemaah dalam keadaan stabil, meskipun beberapa di antaranya mengalami kelelahan usai menjalani prosesi Armuzna.
"Untuk kondisi jemaah ya mungkin kalau ada yang sakit ada, cuma itu masih bisa ditangani. Jadi kelelahan-kelelahan pasca Armuzna itu, tapi alhamdulilah baik-baik. Secara umum sehat," pungkasnya.***