Perubahan ini sempat membuat sebagian jemaah terpisah dari keluarga.
"Betul, kemarin kan ada beberapa syarikah di semua kloter. Kalau dulu itu sama maktab jadi satu syarikah, kalau sekarang itu beberapa syarikah. Tapi alhamdulillah, pasca di Armuzna itu kembali lagi normal, jadi yang tadinya pisah dengan keluarga itu disatuin lagi," paparnya.
Indra juga memuji keteraturan jemaah Garut dalam mengelola barang bawaan dan koper masing-masing.
Secara keseluruhan, kondisi kesehatan para jemaah dalam keadaan stabil, meskipun beberapa di antaranya mengalami kelelahan usai menjalani prosesi Armuzna.
"Untuk kondisi jemaah ya mungkin kalau ada yang sakit ada, cuma itu masih bisa ditangani. Jadi kelelahan-kelelahan pasca Armuzna itu, tapi alhamdulilah baik-baik. Secara umum sehat," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Tak Semua Jemaah Haji 2025 Mabit di Muzdalifah dan Mina, Ini Alasan dan Penjelasan Resmi Kemenag soal Hukumnya
Alasan Mengejutkan Kemenag Batalkan Tanazul, 37 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tetap Wajib Mabit di Tenda Mina
Kemenag Jelaskan Keterlambatan Bus Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina, Evakuasi Sempat Terkendala 40 Menit
Jemaah Haji Indonesia Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Kemenag Ungkap Kronologi dan Lakukan Koordinasi Darurat
4 Masalah Utama Versi Kemenag Soal Jemaah Haji RI Tak Kebagian Tenda Saat Wukuf di Arafah, Ini Kronologinya
DPR Ancam Protes Jika Kuota Haji Indonesia Dipotong 50 Persen, Singgung Daftar Tunggu dan Kinerja Kemenag