daerah

Maula Akbar dan Putri Karlina Klarifikasi soal Narasi 'Pesta Rakyat' yang Disebut Picu Insiden Tragis di Garut

Minggu, 20 Juli 2025 | 09:55 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar dan istrinya Putri Karlina. (Instagram.com/@maula_akbar08)

 

Mediapriangan.com - Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya narasi ‘pesta rakyat’ yang dinilai menjadi pemicu kerumunan massa dalam resepsi pernikahannya bersama Maula Akbar, yang berujung insiden di kawasan Pendopo Garut pada Jumat, 18 Juli 2025.

Dalam pernyataannya, Putri Karlina menegaskan bahwa acara tersebut sebenarnya dirancang sederhana tanpa maksud menyelenggarakan pesta rakyat berskala besar apalagi membagikan makanan secara luas kepada publik.

"Kami ingin masyarakat kalaupun ada yang mau makan, silakan datang. Tapi tidak diumumkan. Saya bilang jangan diumumkan karena ini bisa bahaya," ujar Putri Karlina dalam konferensi pers di Rumah Dinas Wabup Garut, Sabtu, 19 Juli 2025.

Baca Juga: Putri Karlina Siap Jalani Pemeriksaan Usai Insiden Pesta Rakyat, Sebut Nominal Tak Akan Pernah Ganti Kehilangan

Putri menyebut bahwa niat awalnya hanyalah berbagi makanan dari sisa acara resepsi kepada warga sekitar. Namun, ia membantah keras adanya informasi yang menyebut dirinya menyebarkan undangan makan gratis lewat media sosial.

"Silakan cek media sosial saya. Kami tidak pernah mengumumkan itu. Tapi ketika ada yang bertanya 'Bu, katanya makan gratis?', saya hanya memfasilitasi saja, bukan mengumumkan," jelasnya.

Ia bahkan mengaku terkejut saat mengetahui beredarnya notulensi rapat yang mencantumkan istilah ‘pesta rakyat’ dan ‘makan gratis’. Putri menegaskan bahwa dirinya baru mengetahui dokumen tersebut setelah kejadian berlangsung.

Baca Juga: Pesta Rakyat Berujung Duka, Maula Akbar dan Putri Karlina Sampaikan Permintaan Maaf atas Insiden di Garut

"Saya pun bingung, itu rapat siapa, notulensi siapa, kok bisa tersebar. Saya demi Allah baru melihat notulensi itu saat kejadian," ungkapnya.

Senada dengan sang istri, Maula Akbar Mulyadi Putra alias Ula yang juga anggota DPRD Jawa Barat, turut memberikan penjelasan terkait istilah yang digunakan dalam publikasi acara.

Menurut Ula, narasi yang berkembang di masyarakat tak sesuai dengan niat awal mereka.

"Hiburan dan pesta itu secara konotasi berbeda. Hiburan itu untuk menghibur masyarakat, sementara pesta kesannya berbeda," terang putra Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Insiden Pesta Rakyat Pernikahan Anaknya Tewaskan Tiga Orang di Garut

Halaman:

Tags

Terkini