“Ini juga bentuk investasi buat kami karena memberikan pendapatan, tapi lebih utama bagaimana kondusivitas lingkungan,” sambung Gus Yasin.
Polemik ini menjadi peringatan bagi investor dan pemerintah agar lebih sensitif terhadap isu sosial, budaya, dan agama yang berkembang di masyarakat, terutama ketika menyangkut sektor peternakan yang rawan konflik norma dan nilai.***