“Ini juga bentuk investasi buat kami karena memberikan pendapatan, tapi lebih utama bagaimana kondusivitas lingkungan,” sambung Gus Yasin.
Polemik ini menjadi peringatan bagi investor dan pemerintah agar lebih sensitif terhadap isu sosial, budaya, dan agama yang berkembang di masyarakat, terutama ketika menyangkut sektor peternakan yang rawan konflik norma dan nilai.***
Artikel Terkait
Viral! Wanita Keluhkan HP Temannya Hilang Saat Event di GBK, Cuma Nempel di Tangan Pakai Strap, Tiba-Tiba Raib
Tragis! Pelajar SMK di Cibiru Tewas Ditebas Celurit, Pelaku Mahasiswa Diduga Simpan Dendam Lama
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Bahaya Gawai, Game Kekerasan dan Judi Online Ancam Anak Jadi Mager dan Emosional
KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik Turun Massal, KAI Ubah Rute Perjalanan
Abu Zayd Al Balkhi, Pelopor Kesehatan Mental dari Abad ke-9 yang Sudah Bahas Depresi Jauh Sebelum Psikologi Modern
Tes DNA Ridwan Kamil Dijadwalkan Kamis Ini, Lisa Mariana Siap Lahir Batin Hadapi Pemeriksaan di Bareskrim