Ia menekankan bahwa banyak pos belanja rutin seperti honor narasumber, perjalanan dinas, hingga konsumsi rapat masih mendominasi.
“Pokoknya ratusan halaman kira-kira kayak begini lah laporannya, ratusan miliar habis buat perjalanan dinas, beli ATK, makan-minum rapat, belanja barang dan jasa, dan lain-lain,” tutur Leony.
Respons Publik dan Harapan Klarifikasi
Unggahan Leony langsung mengundang respons luas warganet. Banyak yang mendukung langkahnya karena dianggap mewakili keresahan masyarakat terkait transparansi penggunaan APBD.
“Bener banget kita memang harus kuliti pemkot atau pemda masing-masing,” tulis salah satu warganet @ta****m.
“Ayo pemkot ditunggu klarifikasinya,” tambah warganet lain @cr******y.***