hukum

Kisah Haru Penemuan Bilqis di Jambi, Balita Makassar yang Hilang Nyaris Seminggu, Pelaku Ngaku Jual Rp3 Juta

Minggu, 9 November 2025 | 17:42 WIB
Polisi temukan Bilqis Ramdhani, balita asal Makassar, di Jambi setelah hampir sepekan hilang. Terduga pelaku mengaku menjual korban seharga Rp3 juta. (Instagram.com/@makassar_iinfo)

Kepolisian kini menahan pelaku dan mendalami kemungkinan adanya jaringan kasus penculikan anak di balik kejadian tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pihak lain yang mungkin terlibat dalam penjualan anak di bawah umur itu.

Baca Juga: Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak Raih Anugerah Budaya 2025, Jejak Panjang Dedikasi Seni di Kota Tasikmalaya

Rekaman CCTV Jadi Titik Terang Kasus

Rekaman CCTV yang beredar menjadi bukti penting bagi polisi. Dalam video itu tampak seorang wanita membawa Bilqis Ramdhani keluar dari area taman menuju arah Jalan Pelita Raya.

“Iya, benar, itu anak saya. Satu dari tiga anak dalam video itu adalah Bilqis. Saya tidak kenal siapa yang membawanya,” kata Dwi Nurmas kepada awak media di Makassar, Rabu (5/11/2025).

Dari hasil penelusuran, pelaku diduga beraksi seorang diri sebelum membawa Bilqis ke luar kota menggunakan transportasi darat. Temuan ini menjadi kunci dalam pelacakan yang akhirnya mengarah ke wilayah Jambi.

Baca Juga: Dicky Chandra Hadiri Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025, Malam Puncak Penghormatan bagi Para Maestro Seni

Panggilan Misterius Selama Pencarian

Selama proses pencarian, Dwi mengaku sempat menerima beberapa panggilan dari orang tak dikenal yang mengaku mengetahui keberadaan anaknya. Mereka bahkan meminta sejumlah uang sebagai imbalan. Namun, Dwi menolak karena menduga itu hanyalah modus penipuan.

“Ini sudah empat hari (hilang), sudah saya melapor. Tidak ada masalah keluarga, saya sudah dimintai keterangan oleh polisi,” ujarnya.

Kini, Bilqis Ramdhani tengah dalam perjalanan menuju Makassar untuk dipertemukan kembali dengan keluarganya. Di sisi lain, polisi terus menelusuri keterkaitan antara pelaku dan kemungkinan adanya jaringan kasus penculikan anak lintas provinsi.***

Halaman:

Tags

Terkini