Kapolrestabes Makassar memastikan kondisi Balita Makassar tersebut sehat dan tidak mengalami kekerasan.
“Tadi sudah dicek kesehatannya, tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” terangnya. “Secara psikologis juga baik, anaknya tampak ceria. Mudah-mudahan tidak mengalami trauma,” ungkap Arya.
Bilqis kemudian diperiksa secara medis dan psikologis sebelum dipulangkan ke rumah orang tuanya. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan masyarakat yang turut membantu dalam proses pencarian.
Baca Juga: Bupati Cecep Luncurkan Aplikasi SIAP, Dorong Transparansi dan Efisiensi Penganggaran Daerah
Polisi Tangkap Empat Pelaku
Dalam pengungkapan kasus ini, Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat orang pelaku. Salah satunya adalah Sri Yuliana alias Ana (30), perempuan yang pertama kali membawa Bilqis dari taman bermain. Kepada penyidik, Ana mengaku awalnya hanya ingin merawat Bilqis karena kasihan melihatnya sendirian.
“Saya tidak intai (Bilqis). Awalnya mau ambil itu anak untuk dirawat dengan baik,” kata Ana di Mapolrestabes Makassar.
Namun, karena terdesak kebutuhan ekonomi, ia akhirnya menjual Bilqis. “Tapi karena kami butuh uang jadi tanggal 3 itu saya jual,” ucapnya.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Ajak Warga Jadi Pahlawan Masa Kini di Peringatan Hari Pahlawan 2025
Tiga pelaku lainnya berinisial ME, NA, dan AS ditangkap di Jambi. Mereka diduga bagian dari jaringan penjualan anak yang membawa Bilqis ke luar kota.
Polisi Terus Dalami Jaringan Penculikan
Kapolrestabes Makassar menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan di balik penculikan Bilqis.
“Semua pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kita pastikan penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap jaringan di balik penculikan ini,” ujar Arya.***