Gas Oplosan Rugikan Negara Ratusan Juta, Polresta Banyuwangi Sergap Empat Mafia LPG Subsidi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 18 April 2026 | 13:02 WIB
Satreskrim Polresta Banyuwangi sukses menggulung dua jaringan besar mafia LPG oplosan yang beroperasi di wilayah selatan Bumi Blambangan. (Dok. Polresta Banyuwangi)
Satreskrim Polresta Banyuwangi sukses menggulung dua jaringan besar mafia LPG oplosan yang beroperasi di wilayah selatan Bumi Blambangan. (Dok. Polresta Banyuwangi)

 

BANYUWANGI, Mediapriangan.com - Komitmen kepolisian dalam mengawal distribusi energi subsidi bagi masyarakat miskin kembali membuahkan hasil.

Dalam kurun waktu sepekan, Satreskrim Polresta Banyuwangi sukses menggulung dua jaringan besar mafia LPG oplosan yang beroperasi di wilayah selatan Bumi Blambangan. Praktik lancung ini ditaksir telah memicu kerugian negara hingga lebih dari setengah miliar rupiah.

Aksi pembongkaran sindikat pertama dilakukan petugas di Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Bangorejo, pada Senin, 13 April 2026. Dalam penggerebekan tersebut, tiga orang tersangka berinisial Poyo, Bodeng, dan Guntoro berhasil diamankan.

Baca Juga: Sukses Urai Kemacetan Horor di Pelabuhan Ketapang, Aksi Humanis Polresta Banyuwangi Banjir Apresiasi

Kelompok ini diketahui telah memanipulasi ribuan tabung melon sejak akhir tahun 2025 dengan omzet ilegal yang fantastis.

Hanya berselang tiga hari, tepatnya pada 16 April 2026, Polresta Banyuwangi kembali bergerak meringkus tersangka bernama Rama di wilayah Muncar.

Tersangka Rama merupakan pengelola pangkalan resmi Pertamina yang justru menyalahgunakan wewenangnya dengan mengalihkan pasokan gas subsidi untuk dioplos ke tabung non-subsidi demi keuntungan pribadi.

Modus operandi yang dijalankan kedua kelompok ini tergolong rapi dan berbahaya. Mereka menggunakan teknik injeksi melalui pipa besi dan selang regulator untuk memindahkan isi gas dari tabung 3 Kg ke kemasan 12 Kg dan 50 Kg.

Baca Juga: Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026-2031 Khidmat, Ahmad Turmudi Tegaskan Kolaborasi dengan Pemerintah

Untuk mempercepat aliran gas, para pelaku menggunakan es balok sebagai pendingin pada tabung sasaran.

Guna meyakinkan konsumen di puluhan toko pelanggan, para mafia LPG oplosan ini juga memalsukan segel barcode yang menyerupai produk resmi Bright Gas. Segel palsu tersebut diketahui dibeli secara daring melalui platform e-commerce dari wilayah Jawa Barat.

Dari hasil operasi ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Suzuki Carry Pick Up, motor roda tiga VIAR, ratusan tabung gas berbagai ukuran, serta set pipa injeksi.

Baca Juga: Pelantikan PCNU Banyuwangi Digelar Besok, SK Turun Mendadak dan Langsung Tancap Gas Persiapan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X